MTI Minta Dishub Sulsel Libatkan Pakar Bahas Penyesuaian Tarif Taksi Online

  • Bagikan
Ilustrasi taksi online

“Kemudian tingkat akurasi dari perhitungan yang menjadi landasan lahirnya kebijakan,” pesan Prof Lambang Basri.

“Ketiga, tingkat kepedulian stekhokder trhadap kepentingan dan kemaslahatan masyarakat secara luas,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada 7 September 2022 telah dikeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

Penyesuaian biaya jasa ini dilakukan dalam rangka adanya penyesuaian terhadap beberapa komponen biaya jasa seperti BBM, UMR, dan komponen perhitungan jasa lainnya.

Namun begitu, aturan tersebut hanya mengakomodir ojek online, namun tidak dengan taksi online.

Untuk di wilayah Sulawesi Selatan(Sulsel) sendiri, sebelumnya beredar kabar kenaikan tarif taksi online di Sulsel yang kenaikannya hampir 100%. Kabar tersebut dituliskan dalam draft penyesuaian tarif angkutan khusus wilayah sulsel yang belum ditandatangani gubernur.

Dalam draft, disebutkan pada diktum kedua tarif batas atas sebesar Rp7800 per kilometer, tarif atas bawah Rp6000 per kilometer, tarif minimum sebesar Rp16500 per kilometer.

Rencana tersebut menuai pro dan kontra, Ketua Gabungan Aplikasi Mitra ojek online Syukur Aldhi menolak wacana kenaikan drastis tarif taksi online. Dengan kenaikan drastis, menurutnya orderan akan berkurang.

Jika wacana kenaikan tarif taksi online secara drastis dilakukan, lanjut Syukur, hal ini akan berdampak pada driver, customer, dan pihak applikator.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan