Pembangunan di Era SBY dan Jokowi ‘Ojo Dibandingke’, Pengamat: AHY Frustasi Gagal Bangun Elektabilitasnya

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, melayangkan manuver keras dengan membanggakan pembangunan infrastruktur era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sambil menyinggung pembangunan infrastruktur di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang disebutnya 'tinggal gunting pita'.

Menanggapi pernyataan AHY ini, Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMas mengatakan, cara yang dilakukan oleh AHY dengan membandingkan pembangunan era SBY dan Jokowi adalah cara yang salah.

Alih-alih ingin mendapatkan simpati masyarakat, Fernando menilai justru tindakan itu memperlihatkan sikap frustasi AHY sebagai pemimpin partai karena tidak mampu membangun elektabilitasnya.

“Justru saya melihat sebagai bentuk frustasi AHY, karena secara hitung-hitungan mereka menganggap sudah tidak sanggup lagi membangun elektabilitas AHY. Jadi cara yang lebih tepat oleh tim-tim sekelilingnya untuk bagaimana bisa meningkatkan elektabilitas itu, tetapi kan justru malah sebaliknya justru mendapatkan bullyan, mendapatkan tidak simpati dari masyarakat,” kata Fernando EMas saat dihubungi, Selasa (20/9).

Fernando mengatakan, sikap blunder AHY disebabkan kesalahan anak buahnya dalam menyuplai data, sehingga menjadi bahan lelucon masyarakat Indonesia, karena pernyataan AHY itu disampaikan dalam forum pimpinan nasional Partai Demokrat dan data tersebut salah.

“Saya melihat ini bentuk kesalahan mereka dalam mengumpulkan data, karena bagaimanapun juga itu kan berdasarkan data yang mereka miliki. Siapa sih penyuplai data kepada Pak SBY dan AHY sehingga itu menjadi pernyataan resmi di forum yang tinggi, di Partai Demokrat dan itu dipublish,” ujarnya.

  • Bagikan