Pendukung Jangan Senang Dulu, Anies dan Ganjar Bisa Batal Maju Pilpres Jika …

  • Bagikan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (foto: Instagram)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pilpres 2024 diarahkan minim paslon. Ada indikasi penjegalan dengan upaya kartel partai. Belakangan ini, paket Anies Baswedan - Agus Harimurti Yudhoyono (Anies-AHY) makin mencuat. Paket ini potensial diusung koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS.

Ketiga partai ini memang tak menampik bahwa mereka sedang intens melakukan komunikasi untuk menjalin koalisi. Termasuk soal skenario paket Anies-AHY.

Di lain sisi, isu paket Prabowo Subianto-Puan Maharani dengan koalisi PDIP, Gerindra, dan PKB juga mencuat. Terakhir paket Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB): Golkar, PAN, dan PPP.

Jika ini terjadi, hanya ada tiga pasangan calon presiden 2024. "Persaingannya juga akan sangat ketat. Cukup berimbang untuk diikuti perkembangannya," kata analis politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto, Senin, 19 September.

Hanya, isu ini masih sangat dinamis dan abu-abu. Berkembang pula isu bahwa ada upaya pihak tertentu untuk melakukan kartel partai untuk menjegal Anies dan Ganjar.

Ada isu bahwa ada upaya PDIP untuk memborong partai, agar Anies dan Ganjar ini tidak memiliki perahu untuk maju. Hal itu tergambar safari politik Puan ke sejumlah tokoh seperti Surya Paloh dan Prabowo Subianto.

Sehingga, isu Nasdem koalisi dengan Demokrat dan PKS itu masih sangat abu-abu. Pasalnya, di berbagai pertemuan Surya Paloh juga pernah menyebut mendukung beberapa figur.

"Surya Paloh ke Prabowo, kan, ngomongnya juga gitu: mendukung maju. Jadi foto beredar pertemuan Anies, AHY, Surya Paloh, dan Pak JK (Jusuf Kalla) itu belum jelas juga," katanya.

  • Bagikan