Sebut Jenderal Dudung Abdurachman Lakukan Pelanggaran, Connie Rahakundini Bakrie: Presiden Harus Memberi Tindakan Tegas

  • Bagikan
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman saat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/6). Foto: Ricardo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Analis Militer dan Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie menyebut tindakan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menggerakkan anak buahnya untuk memprotes anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon adalah bentuk pelanggaran.

Menurut Connie tindakan Jenderal Dudung memerintahkan anggotanya itu merupakan bentuk penggunaan kekuatan militer.

Padahal, lanjut Connie, yang bisa menggunakan kekuatan TNI adalah Panglima TNI dan Presiden RI sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

"Memerintahkan para prajurit, pamen, pati, itu sudah masuk ke penggunaan. Apakah KSAD tidak tahu bahwa penggunaan ini tidak di tangan beliau? Itu ada di tangan Panglima TNI dan Presiden RI sebagai Panglima tertinggi. Itupun harus izin Kemenhan dan Komisi 1. Karena itu, Presiden harus memberi tindakan tegas terhadap KSAD," ujar Connie seperti dikutip fin.co.id dari YouTube Akbar Faizal Uncensored berjudul: CONNIE RAHAKUNDINI NGAMUK KE KSAD: "JEND. DUDUNG BAHAYAKAN POSISI POLITIK TNI. PRESIDEN HARUS COPOT" pada Selasa, 20 September 2022.

Connie menambahkan menyalahgunakan wewenang dalam dunia militer adalah kesalahan fatal.

"Apakah dibenarkan seorang Kepala Staf menginstruksikan ini kepada anak buahnya? Padahal ini pelanggaran kalau dilihat dari hukum tentara," terangnya.

Dia menegaskan apa yang dilakukan Jenderal Dudung bukan saja tidak bagus dalam demokrasi. Tetapi merusak tatanan bernegara.

Menurut Connie, tentara sebagai manusia yang disempurnakan seharusnya tidak boleh berbohong.

Dia menyoroti Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad) yang menyebut aksi protes sejumlah anggota TNI AD akibat reaksi spontan.

  • Bagikan