Viral CPNS Bakamla RI Meninggal Saat Ikuti Pelatihan, Ferdinand Hutahaean: Pembinaan Ala Militeristik Ini Harus Dievaluasi

  • Bagikan
Ferdinand Hutahaean. Foto: JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Meninggalnya seorang CPNS Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Muhammad Ary Adithya Hasibuan (MAAH) saat latihan Coast Guard Basic Training (CGBT) tengah viral di sosial media.

Menanggapi itu, Mantan Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, pola pembinaan militer harus segera dievaluasi.

“Pola pembinaan ala militeristik ini harus dievaluasi untuk instansi2 sipil. Mereka harusnya dibina untuk disiplin bkn dgn cara militer,” ucapnya, Selasa, (20/9/2022).

Menurutnya, pendidikan militeristik fisik, disiplin cukup untuk militer saja.

“Perbanyak pendidikan keahlian untuk CPNS,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksdya TNI Dr Aan Kurnia pun membenarkan hal tersebut.

“Benar bahwa salah satu siswa CGBT Bakamla RI meninggal dunia saat menempuh pelatihan. Saya selaku Kepala Bakamla RI mewakili seluruh keluarga besar Bakamla RI menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ary Hasibuan,” kata Aan Kurnia dalam keterangannya, hari ini.

Dijelaskan bahwa, CGBT merupakan pendidikan dasar yang harus dilalui oleh seluruh personel yang baru bergabung dan dinyatakan lulus menempuh rangkaian tes penerimaan sebelumnya.

Dia menyebut CGBT bukanlah pelatihan militer. Namun lebih kepada pelatihan bela negara dan disesuaikan dengan porsi tupoksi Bakamla RI.

Sebelum berangkat menempuh pelatihan kata dia, serangkaian tes kesehatan pun menjadi syarat wajib untuk dilakukan.

“Hasil tes menyatakan bahwa Ary memiliki riwayat penyakit dan membutuhkan perhatian khusus,” ungkapnya.

  • Bagikan