BLT BBM Disunat Oknum Tertentu, Tri Rismaharini Ajak Masyarakat Lapor ke Polisi

  • Bagikan
Ilustrasi -- Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Ana Fajriatin (dua dari kiri) mendampingi penyerahan BLT BBM dan sembako kepada Muriti (kanan) di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya, Selasa (6/9). (Robertus Risky/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Masyarakat jangan takut untuk melapor jika bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) dipotong oleh oknum.

Segera laporkan ke polisi. Dipastikan polisi akan langsung menindaklanjutinya.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Ditegaskannya, BLT BBM telah diserahkan langsung oleh PT Pos Indonesia kepada penerima manfaat (PM) disertai bukti penerimaan yang transparan berupa foto penyerahan uang tunai kepada PM.

Sehingga Mensos Risma meyakini adanya pemotongan BLT BBM yang dirasakan masyarakat terjadi setelah bantuan tersebut diterima.

Ia juga mempersilakan masyarakat untuk melaporkan beserta bukti jika terjadi pemotongan BLT BBM.

Menanggapi adanya laporan bahwa sejumlah pimpinan daerah diketahui memotong BLT BBM, Mensos Risma menyerahkannya kepada aparat hukum.

"Silakan dilaporkan dan APH (aparat penegak hukum) sudah bergerak. Kami setiap beberapa hari sekali, Polda-Polda itu minta kami bisa konferensi, menjelaskan itu," ujar Mensosnya.

Mensos Risma juga mengatakan pihak Kementerian Sosial juga bersedia menjadi saksi atas kasus pemotongan BLT yang dirasakan masyarakat di beberapa tempat.

Sebelumnya dilaporkan kejadian pemotongan BLT BBM yang dilakukan oleh sejumlah kepala daerah.

Seperti pemotongan BLT BBM di Kabupaten Blora oleh istri Kepala Dusun Nglego, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, sebesar Rp20.000 per penerima manfaat.

Selain itu, terdapat penarikan BLT BBM senilai Rp100.000 oleh pemerintah Desa Cikakak, Kecamatan Banjarharjo, Brebes dengan dalih untuk biaya sedekah bumi yang rencananya akan digelar tahun depan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan