Ibu Kota Negara Pindah ke IKN Nusantara, Anies Baswedan Pastikan DKI Jakarta Tetap Jadi Pusat Perekonomian

  • Bagikan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera mencabut pergub tentang penggusuran. Foto/dok: Ryana Aryadita/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa meski kota yang dipimpinnya ke depan tidak lagi menjadi ibu kota, orang tetap tidak dapat menyangsikan Jakarta akan tetap menjadi kota megapolitan.

Anies mengatakan megapolitannya Jakarta tetap akan membuat kota tersebut menjadi pusat perekonomian meski ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan. “Jadi baik itu sebagai ibu kota maupun tidak, kenyataannya ini adalah sebuah megapolitan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (21/9).

Orang nomor satu di DKI itu menginginkan Jakarta sebagai kota metropolitan yang fasilitas mobilitas dan fasilitas digital untuk penduduknya baik. Selain itu, ia juga menginginkan Jakarta menjadi kota yang perumahan dan permukimannya layak dan terjangkau, lingkungan hidup yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan.

“Kemudian juga kota yang menjadi tujuan dari kegiatan kebudayaan, wisata, sosial, jadi sentralnya di sini, dan kegiatan perekonomian yang bisa berjalan dengan efisien (dan) efektif,” jelasnya.

Anies meyakini, semua keinginannya tersebut akan dapat terwujud jika menjalankan Pergub Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) yang baru saja disosialisasikannya hari ini di Gedung Balai Kota DKI. “Artinya ini (RDTR) sudah mengakomodasi rencana bahwa Jakarta menjadi pusat perekonomian. Itu akan tetap di situ,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyosialisasikan Pergub No. 32 tahun 2022 tengang Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) di Gedung Balai Kota DKI, Rabu (21/9). Menurut Anies, setidaknya Pergub RDTR tersebut akan mengakomodasi lima visi Jakarta ke depannya.

  • Bagikan