Kematian, Nasihat Terbaik bagi Umat Islam

  • Bagikan
Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kematian jika datang, tidak ada satu makhluk pun yang sanggup melindunginya dan bumi yang begitu luas akan menjadi sempit. Hari-hari yang dijalani hanya sebagai kenangan apalagi kalau hari-hari diisi dengan pengkhianatan dan dosa. Maka akan menjadi penderitaan sepanjang masa bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Allah Subhanahu Wataala berfirman dalam Alquran surat Al-Jumuah atau surat ke-62 ayat 8,

قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَـٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ [٦٢:٨]

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.

Dalam ayat tersebut, disebutkan yang namanya kematian adalah sebuah kepastian dan hal tersebut akan dialami seluruh makhluk termasuk para malaikat. Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang Yahudi sangat takut menghadapi kematian dan berusaha menghindarinya.

Oleh karena itu, Allah memerintahkan Rasulullah agar menyampaikan kepada mereka bahwa kematian pasti akan datang menemuinya. Kemudian mereka dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang kelihatan, baik di langit maupun di bumi.

Tidak sedikit yang mengatakan kematian merupakan sebuah ujian dan pukulan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Bahkan, beberapa juga yang berlarut-larut dalam kesedihan. Tidak terima dengan takdir dan ketetapan Tuhan. Namun, sesungguhnya dibalik pukulan yang amat berat, ada pelajaran berharga yang dipetik dari peristiwa kematian.

  • Bagikan