KPK akan Terapkan Pembuktian Terbalik Dugaan Korupsi Lukas Enembe, Anwar Abbas Bilang Ini

  • Bagikan
Anwar Abbas. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Humas Muhammadiyah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan menerapkan sistem pembuktian terbalik dalam kasus korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe.

Rencana KPK tersebut membuat Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas buka suara.

Anwar Abbas mengatakan sangat mendukung upaya KPK menerapkan sistem pembuktian terbalik dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi.

"Hal ini tentu sangat kami dukung karena cara ini tentu juga akan bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi pihak lain yang diduga telah melakukan tindak korupsi," katanya dalam keterangannya, Rabu, 21 September 2022.

Menurut dia, langkah penerapan pembuktian terbalik itu bisa menghentikan secara baik dan cepat semua isu yang berseliweran tentang para terduga pelaku tindak pidana korupsi, sehingga stabilitas kehidupan di tengah masyarakat dapat terjaga.

Sebelumnya, dalam konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (19/9), Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan KPK menerapkan pembuktian terbalik terhadap salah satu dugaan kasus korupsi di Provinsi Papua yang menjerat Lukas Enembe sebagai tersangka.

Alex mengatakan KPK akan menghentikan penyidikan dan menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap kasus dugaan korupsi Lukas Enembe, jika Gubernur Papua itu bisa membuktikan sumber uang yang dia gunakan dalam transaksi keuangan memang berasal dari dana yang secara hukum merupakan hak dia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan