Aneh! Dakwaan Pengemplang Koperasi Indosurya Tumpul padahal Rugikan Belasan Ribu Orang

  • Bagikan
IST

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Dakwaan pengemplang koperasi Indosurya yakni Henry Surya, tidak sesuai harapan para korban.

Dakwaan dari Jaksa kepada Henry Surya dianggap tumpul. Terkait hal ini, kuasa hukum korban menyampaikan kekecewaan terhadap Jaksa, atas dakwaan terhadap Henry yang memungkinkan hanya kena vonis ringan.

"Dakwaan Banci, tumpul seperti dipotong kejantanannya oknum kejaksaan Agung membuat dakwaan yang memberikan 66% kesempatan Henry Surya untuk mendapatkan vonis ringan dalam dakwaan Jaksa. Kenapa?" pungkas Alvin Lim, Kuasa Hukum para korban Indosurya, Kamis (22/9/2022).

Untuk diketahui, dakwaan disusun dalam Alternatif dan kumulatif dimana dalam dakwaan kesatu, pasal 46 UU Perbankan, kedua pasal 378 dan pasal 372 secara Alternatif dan TPPU secara Kumulatif.

Hal ini dari 3 pilihan pasal Dakwaan, ada 2/3 kemungkinan, vonis ringan karena antara pasal 46 dengan pasal 378 digunakan kata "Atau".

Sehingga jaksa dan hakim bisa saja nantinya memutuskan terbukti pasal 378 penipuan dengan ancaman pidana hanya 4 tahun.

Jadi jika dituntut dan divonis maksimum 4 tahun sekalipun, maka dalam waktu 2 tahun dipotong 1 tahun dalam tahanan polisi dan persidangan, Henry Surya akan segera bebas.

Lemahnya perumusan dakwaan ini memperkuat dugaan konspirasi Oknum Kejaksaan Agung dan tumpulnya hukum ke atas oleh kejaksaan agung.

"Ibarat dakwaan banci, ga ada galak-galak dan tajam kepada penjahat kelas atas," sambung kuasa hukum korban.

Korban Ibu M yang mendengar Dakwaan Henry Surya turut bingung, bagaimana seseorang yang merugikan 14.500 korban sebanyak puluhan Triliun, dapat dakwaan alternatif dengan ancaman maksimal hanya 4 tahun.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan