Berawal dari Pengantar Galon Dikucilkan dan Dihina, Pria Asal Bone Kini Jadi Juragan Beras di Jayapura

  • Bagikan
Andi Satral Ihsan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Tak ada yang tahu nasib dan rejeki orang kedepan. Hal inilah yang tergambar dalam hidup Andi Satral Ihsan, kehidupannya sudah berubah derastis.

Pria asal Kabupaten Bone tersebut merasakan betul bagaimana metamorfosis hidupnya beberapa tahun ini.

Profesi yang tadinya menjadi karyawan pengantar air galon milik orang, kini sudah menjadi pengusaha beras di Jayapura. Bahkan sudah mempunyai perusahaan sendiri, dengan dua cabang di Jayapura dan Wamena.

Kepada FAJAR, Andi Satral Ihsan mengatakan mendapatkan hasil dari apa yang telah ia perjuangkan, memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh usaha dan proses, serta air mata dan hinaan.

Andi Satral ingat betul, dahulu ia selalu dikucilkan dan dianggap sebagai beban dan manusia yang hanya bisa menumpang hidup. Bahkan ditinggalkan oleh teman-teman dan orang terdekatnya karena dianggap tak bisa menghasilkan.

"Kalau kita susah jangankan teman, istri atau pasangan pun bisa meninggalkan. Tetapi yang paling setia itu orangtua, ia tak pernah meninggalkan. Inilah yang saya rasakan dari ibu saya," ucapnya.

Sang ibu kata Andi Satral, rela menghabiskan tabungan bahkan memberikan emasnya untuk dijual dijadikan modal dan ongkos untuk anaknya merantau ke Jayapura.

"Dari hasil jual emas ibu saya, saya pakai biaya belikan tiket pesawat dan modal di Jayapura membangun usaha beras,"tutur pria satu anak tersebut.

Awal mula Andi Satral membangun usahanya, saat itu gara-gara pandemi dan rumah tangganya juga bubar. Beberapa usaha orang sempat mogok, hingga ia menganggur. Lalu seorang rekan meminta tolong kepadanya untuk menagihkan piutang ke Jayapura.

  • Bagikan