BLT Kena Potongan, Gubernur Ganjar Minta Penerima Lapor Polisi

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Humas Pemprov Jateng/Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Program pemerintah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) telah berlangsung. Warga yang berhak menerima telah disalurkan ke daerah masing-masing.

Namun, ada hal kurang mengenakkan dalam penyelenggaraannya. Beberapa daerah bahkan mengalami pemotongan BLT tersebut dengan berbagai dalih dan alasan.

Dilansir dari JPNN Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendapatkan laporan bahwa warga Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora mendapatkan pemotongan BLT sebesar Rp20 ribu dengan dalih sebagai uang iuran.

Merespon hal ini, Ganjar kemudian mengatakan bahwa tidak ada alasan apa pun untuk melakukan pemotongan. Ia memperingati pihak yang berbuat demikian untuk tidak main-main dengan urusan rakyat.

"Jangan potong BLT untuk alasan apa pun. Saya bilang tindak tegas kalau melakukan itu, jangan main-main dengan urusan rakyat ini," katanya.

"Bukan hanya di Kabupaten Blora. Jangan potong BLT untuk alasan apa pun. Alasannya kemarin adalah untuk iuran, enggak ada itu. Itu menjadi modus saja," tegasnya.

Benar saja, hal serupa juga dialami oleh warga Desa Cikakak, Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Nominal pemotongannya justru jauh lebih besar hingga lima kali lipatnya.

Warga di sana diwajibkan untuk membayar sebesar Rp100 ribu dengan alasan akan digunakan untuk acara sedekah bumi tahun 2023.

Melihat hal ini, warga mulai mengeluhkan kebijakan pemerintah setempat. Terlebih acara sedekah bumi masih sangat lama yakni akan diadakan bulan Agustus 2023.

  • Bagikan