Contohi Amerika, Luhut Usul Sistem Pilpres dan Pilkada Indonesia Dievalusi

  • Bagikan
MINYAK: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menuju Pemilu Raya 2024, harapan masyarakat tentunya tidak ingin jatuh di lubang yang sama. Jika menganggap pemimpin hari ini kurang perhatian, sebisa mungkin pemimpin yang akan datang, pilihannya yang punya perhatian lebih.

Mengutip perkataan Rocky Gerung, semua orang ingin seleksi. Dan, seleksi itu melalui sistem electoral. Namun nahasnya, ada kecemasan yang menghantui, melihat persaingan politik terlalu tajam dan ketajaman itu bukan karena adu konsep.

Bisa disaksikan sekarang, di sepanjang jalan terpampang baliho besar para bakal calon Presiden dengan warna kebanggaannya. Kebanyakan hanya pasang spanduk tinggi-tinggi. Tetapi masyarakat tidak mengetahui, apakah di belakang kepala yang besar di baliho itu ada isinya atau tidak.

"Memang kadang-kadang semua itu berpikir ingin menjadi Presiden. Saya berkali-kali bertanya, apa mesti jadi Presiden mengabdi itu? Presiden itu cuma satu loh. Dan itu menurut saya sudah takdir alam. Tuhan punya mau. God skenario," ujar Luhut Pandjaitan saat hadir pada program Menatap Indonesia Pasca 2024 di podcast Rocky Gerung.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu, bersaing dalam merebut takhta Presiden boleh-boleh saja. Namun penting untuk mengenali diri sendiri terlebih dahulu.

"Apa yang dibilang Sunsu itu benar, kenali dirimu, kenali musuhmu, 100 kali kau berperang, 100 kali kau menang. Tapi kadang-kadang kita tidak mengenal ini itu, kita nggak tanya diri kita," terang Luhut.

Melihat realita, Rocky Gerung memberikan gambaran, mereka yang mau maju dalam peperangan, jadi Presiden, menganggap yang musuh bisa dikendalikan, bukan dikenali. Dikendalikan dengan amplop. Dalam artian, Money Politik masih jadi boomerang.

"Saya mungkin sistem yang kita terapkan demokrasi kita sekarang dengan pemilihan Gubernur, langsung, pemilihan Bupati, langsung. Perlu kita lihat baik-baik. Atau pemilihan Presiden langsung perlu dilihat baik-baik, dievaluasi lagi," tambah Luhut.

"Balik the founding father kita dulu, pikirnya itu bagaimana. Amerika aja kan tidak ada rekrut. Kita harus super maju dengan tingkat pemdidikan kita yang menurut saya masih kalah dari mereka," sambungnya. (Muhsin/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan