Lagi, Dewan Kecewa Tak Ada Tanda-tanda Dimulainya Pembangunan Stadion Mattoanging

  • Bagikan
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Rahman Pina (ist)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- DPRD Sulsel telah menggelar Rapat Sidang Paripurna untuk mendengar jawaban Gubernur Sulsel atas pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD Tahun 2022.

Dalam rapat tersebut, Fraksi Golkar menyampaikan kekecewaannya terkait Stadion Mattoanging.

Rahman Pina dari Fraksi Golkar menyatakan prihatin dan kecewa atas pembangunan Stadion Mattoanging yang belum juga dimulai.

Padahal, kata dia dalam APBD Perubahan tahun 2022 dianggarkan kurang lebih Rp66 miliar, tetapi melihat sisa waktu yang ada, kemungkinan pembangunan sulit dilakukan.

Apalagi, menurut Rahman Pina, bertambah lagi unsur baru, bahwa ada kehati- hatian Pemerintah Provinsi Sulsel terkait gugatan dari Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS).

“Karena anggaran tersebut tidak akan digunakan dalam APBD Perubahan Tahun 2022, oleh karena itu kami dari Fraksi Golkar mengusulkan agar anggaran ini tetap dimaksimalkan,” ungkapnya, Rabu (20/9/2022).

Rahman Pina mengusulkan dana hibah kepada Pemerintah Kota Parepare yang saat ini sangat bersungguh-sungguh melakukan pembenahan perbaikan pembangunan stadion, di mana stadion tersebut menjadi satu-satunya representasi masyarakat Sulsel.

“Baiknya anggaran itu dialihkan ke kota Parepare sebagai dana hibah agar lebih bermanfaat, sekaligus mengharumkan sepakbola Sulsel di pentas nasional,” tambahnya.

Selain itu Fraksi Golkar juga mengusulkan agar sebagian anggaran ini dialihkan untuk mendukung sarana dan prasarana pendidikan yang didengungkan oleh gubernur, agar bisa melayani daerah-daerah terjauh dan terisolir.

“Jika masih ada dana yang tersisa, maka bisa digunakan untuk dukungan kepada pekan olahraga Provinsi Sulsel yang dalam beberapa hari lagi akan digelar namun dananya belum tersedia,” tutupnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengemukakan jika penundaan pembangunan Stadion Mattoanging ini atas dasar prinsip kehati-hatian, karena masih ada pihak yang sementara menggugat.

“Jadi terkait dengan penundaan pembangunan stadion ini kita serahkan ke komisi terkait untuk membahas teknisnya,” ucap Sekda.

Ia menyampaikan jika proses pembangunan ini segera dilangsungkan dan pihak penggugat memenangkannya, maka akan muncul masalah baru.

“Terkait dengan pengalihan pembangunan ke Stadion Barombong, kita akan terima usulan dulu baru bisa diputuskan,” tutupnya. (*)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan