Sebut Dirjen IKP Kemeninfo Lakukan Pembohongan Publik, Said Didu: Bayangkan Betapa Rusaknya Bangsa Ini

  • Bagikan
Said Didu. Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Mantan Sekretaris BUMN M Said Didu menyentil pernyataan Dirjen Komunikasi dan Infrmasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong baru-baru ini tentsng infrastruktur era Jokowi.

"Penjilatan tingkat dewa," sentil Said Didu dikutip dari unggahan twitternya, @msaid_didu (22/9/22).

Sebeumnya, Said Didu menyebut Usman Kansong telah membohongi pablik. Bagaimana tidak, seingat Said Didu pembenahan Kereta Api sebetulnya dilakukan pada 2007-2010 oleh PT KAI.

"Membohongi publik dilakukan secara terstruktur.
Pembenahan Kereta Api yg dikemukakan spt itu jelas-jelas dilakukan thn 2007-2010 oleh Dirut PT KAI Pak Jonan yg kebetulan prosesnya saya ikut di dalamnya tapi bisa diklaim.
Bayangkan betapa rusaknya bangsa ini krn KEBOHONGAN !!!," ujar Said Didu.

Bukan hanya Said Didu, kader Partai Demokrat Cipta Panca Laksana juga menyoroti pernyataan tersebut. Bahkan, kata dia apa yang dibicarakan Usmab Kansong, ngawur.

"Dirjen IKP Kemeninfo Usman Kansong bicaranya ngawur. Nga pakai data. Infrastruktur era Jokowi tidak mampu meningkatkan perekonomian. KRL dia bilang dibenahi di era Jokowi. Malu harusnya. Apalagi latar belajang dia wartawan," tandasnya.

Pada potongan video Umar Kansong yang beredar di media sosial, dia membahas terkait kebut-kebutan infrastruktur di era Jokowi, Dirjen Komunikasi dan Infrmasi Publik Kemenkominfo itu berbicara seputar teoritis.

"Jadi secara teoritis, sejumlah pakar ini mengatakan bahwa struktur dan infrastruktur, ini mentukan kemajuan suatu bangsa dari dua sisi. Pertama, dari sisi peradaban. Kedua, dari sisi ekonomi," kata dia.

  • Bagikan