Spanduk Partai Terkait Penolakan Kenaikan BBM Dicoret-coret OTK, Begini Respons PKS

  • Bagikan
Spanduk yang dicoret OTK

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Spanduk dan baliho PKS Sulsel yang menolak kenaikan harga BBM di berbagai daerah dirusak orang tak dikenal (OTK). DPW pun menyayangkan aksi tak terpuji tersebut.

"Yang dirusak itu di Kepulauan Selayar, Palopo, dan Pangkep. Tiga daerah itu yang masuk laporannya. Kalau di Makassar, aman," kata Ketua DPW PKS Sulsel, Amri Arsyid.

Amri mengatakan, pihaknya sejatinya sejak awal sudah menduga bakal terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan. Sebelum pemasangan baliho, ia merasa sudah ada pihak yang akan mengacaukannya.

"Tindakan itu tentu tidak terpuji. Karena merusak sesuatu hal yang memperjuangkan kepentingan masyarakat. Tentu masyarakat yang terwakilkan, tidak mungkinlah melakukan hal itu," ujarnya.

Meski begitu, Amri mengaku PKS Sulsel tak akan memberikan perlawanan. Ia juga enggan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Paling tidak, ia sudah tahu bahwa ada orang yang tak senang dengan perjuangannya.

"Kita tidak menuntut siapa-siapa atas tindakan itu. Tapi kami berharap pihak yang melakukan itu bisa lebih gentleman," paparnya.

Amri memandang ketimbang merusak, baiknya pelaku pengrusakan juga memasang baliho. Ia juga menantang agar baliho tandingannya dipasag disamping milik PKS.

"Jangan merusak fasilitas. Atau bikinlah spanduk tandingan bahwa mereka mendukung kenaikan BBM. Jangan merusak yang sudah ada," imbuhnya.

Menurutnya, pengrusakan baliho PKS yang menentang kenaikan BBM ialah tindakan merusak demokrasi.

"Padahal ini kan negara demokrasi, setiap orang bisa bersuara. Kalau begini, kan sama saja kita dibungkam. Dan kami di struktur tidak akan menuntut siapa-siapa," bebernya.

  • Bagikan