Viral Video Pengacara Lukas Enembe Bongkar Oknum yang Ingin Kuasai Papua, Seret Nama Menteri Tito dan Paulus Waterpauw

  • Bagikan
Gubernur Papua Lukas Enembe

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe (LE)ramaidiperbincangkan. Termasuk adanya dugaan aliran dana dari Lukas ke rumah judi atau kasino.

Pengacara Lukas Enembe, Aloysius Renwarin pun angkat suara terkait hal itu. Pada sebuah video yang tengah viral di medsos, Aloysius menyebut LE hanya korban praktik politik.

"Ini Pak Gubernur (Lukas Enembe) korban praktik politik. Ada kepentingan orang tertentu yang mau berkuasa di tanah Papua," ujar Aloysius Renwarin dalam sebuah video viral di Tiktok itu.

Meskipun tidak membantah secara terang terkait dugaan yang dimaksud, namun pengacara yang mengaku telah menjadi bagian dari LE sejak 2006 itu menggambarkan LE sosok yang tidak mudah terpengaruh. Teguh pendirian.

Termasuk, kata dia. Suatu paksaan atau permintaan pihak lain soal pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan Papua. Aloysius kemudian mengungkap, kliennya sempat dipaksa untuk menerima politikus Paulus Waterpauw sebagai Wakil Gubernur pada Pilkada 2017 lalu.

Lucunya, paksaan yang dimaksud Aloysius datang dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Mungkin ada yang tidak menyangka hal tersebut. Namun pengacara LE dengan berani mengungkap fakta.

"2017, menjelang Pemilihan Kepala Daerah kedua Pak Gubernur, saudara Tito Karnavian memaksakan agar Paulus Waterpauw bisa diterima gubernur papua menjadi wakil gubernur," ungkapnya pada video itu.

"Itu pintunya, nanti saya kasih lihat fotonya, tapi gubernur bilang, saya ini kan bukan penentu, harus tanya ke koalisi, silakan saja kalau pak Paulus Waterpauw dapat apa itu dari partai silakan. Tapi, waktu itu kan bapak duet sama almarhum (Klemen Tinal), almarhum itu waktu itu Ketua Golkar, enggak bisa diganggu begitu saja, akhirnya apa dilepaskan, mereka yang paksa," sambung Aloysius.

Mengetahui Wakil LE meninggal, Tito kabarnya kembali meminta agar LE menjadikan Paulus Waterpauw sebagai Wakil Gubernur Papua. Saat itu, menurut pengakuan Aloysius. Tito bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mendatangi Lukas Enembe di Papua dengan menggunakan pesawat jet.

"Ketemu Pak Gubernur meminta supaya Bapak Paulus Waterpauw menjadi wakilnya, lagi-lagi Pak Lukas bilang, ya sudah urus di partai karena kalau bukan dari partai mana bisa. Kan enggak gampang urus surat rekomendasi partai ini, enggak gampang, butuh penyelesaian adat ini," jelasnya.

Menutut Aloysius, tindakan Tito Karnavian yang terus meminta kliennya untuk menjadikan Paulus Waterpauw sebagai Wakil Gubernur Papua sebagai tindakan yang memalukan. Maka dari itu, dia tidak segan menyebut kliennya sebagai korban dari praktik politik. 

"Bayangkan, seorang Menteri Tito datang meminta sama Gubernur untuk Paulus Waterpauw. Berjuang untuk Paulus Waterpauw, ini memalukan. Kamu wartawan harus tau petanya, ini Pak Gubernur korban praktik politik, kepentingan orang tertentu untuk berkuasa di tanah Papua. Ya sabarlah, (kalau mau) berjuang di 2024, yakinkan rakyat Papua bahwa kaulah yang dipilih. Bukan main potong-potong seperti ini," pungkas dia.

Hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi dari pihak Kemendagri soal pernyataan dari pengacara Lukas Enembe tersebut.(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan