Ade Armando: Sikap Surya Paloh Menunjukkan Memilih Ganjar

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan siap turun gunung dan mengingatkan akan ada kecurangan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Di hadapan ribuan kader dalam Rapimnas Partai Demokrat 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2022) lalu, SBY bilang dia mengetahui ada tanda-tanda bahwa Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil.

Menurut Presiden ke-6 RI itu ada informasi bahwa Pilpres 2024 akan diatur sehingga hanya diikuti oleh dua pasangan Capres dan Cawapres. Namun SBY tidak mengatakan siapa yang mengatur skenario itu. Tapi SBY menyebut partainya tak akan mengajukan capres bersama koalisinya.

"Jahat bukan? Menginjak-injak hak rakyat bukan?" tuturnya.

SBY juga bilang bahwa itu perbuatan batil karena rakyat berhak memilih dan dipilih. Tak sedikit pihak yang menyebut pernyataan SBY tersebut karena dia baperan.

Dosen Fisip UI, Ade Armando mengatakan banyak yang gagal paham memahami pernyataan SBY. "Seingat saya SBy tidak menyebut kata 'curang'. Dia bilang tidak jujur dan tidak adil. Dan ini tidak ditujukan pada pelaksanaan Pemilu," kata Ade dilansir dari kanal YouTube Cokro TV, Jumat (23/9/2022).

Ade beranggapan, SBY ingin mengatakan ada langkah-langkah yang dilakukan sebagian pihak sehingga ujung-ujungnya Partai Demokrat tidak akan bisa mengajukan Capres. Dan SBY merasa sudah saatnya dia turun gunung untuk mencegah skenario itu terjadi.

"SBY akan turun gunung membangun lobby-lobby politik agar Partai Demokrat tetap bisa mengajukan capres," ungkap Ade.

  • Bagikan