Ferdy Sambo Ogah Menyerah, Gugatan ke PTUN Cuma Mengulur Waktu

  • Bagikan
Tersangka Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi mengikuti rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8). Foto : Ricardo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Ferdy Sambo ogah menyerah usai banding pemecatannya dari Korps Bhayangkara ditolak. Langkah selanjutnya Sambo akan menggugat putusan tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Ferdy Sambo sebelumnya disanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) usai menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Setelah administrasi pemecatan Sambo disusu, berikutnya akan diserahkan kepada Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg) untuk diterbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemecatan Sambo sebagai anggota Polri.

Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto mengatakan, Sambo memang bisa melakukan gugatan ke PTUN. Gugatan ini untuk menguji ada atau tidaknya kesalahan dalam mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemecatan.

“SK PTDH dari Kapolri itulah yang bisa digugat melalui PTUN bila ada kesalahan-kesalahan prosedural,” kata Bambang kepada wartawan, Jumat (23/9).

Kendati demikian, Bambang menyakini gugatan tersebut akan gagal. Keputusan pemecatan kepada Sambo sebagai anggota Polri tidak akan berubah.

“Kalau melihat tahapan-tahapannya sampai ada sidang banding KKEP, sepertinya upaya PTUN itu hanya akan sia-sia dan cuma mengulur waktu saja. Karena secara administrasi kepegawaian sudah final sejak SK Kapolri keluar,” jelasnya.

Sebelumnya, Mabes Polri resmi memutuskan menolak banding yang dilakukan oleh Irjen Pol Ferdy Sambo. Keputusan ini diambil Polri usai menggelar sidang komisi banding. Sebanyak 5 pimpinan sidang seluruhnya menolak permohonan banding tersebut.

  • Bagikan