Kecelakaan Maut Truk BBM vs Motor, Satu Orang Meninggal di Tempat

  • Bagikan
Korban kecelakaan meninggal di TKP.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan roda dua (R2) dan Truck tangki (R10) BBM terjadi di Jalan Permandian Alam depan BP2IP, Barombong, Kecamatan Tamalate Kota Makassar, Jumat (23/9/2022).

Pengendara motor Dian Patiry (19) mengalami luka kepala remuk, dan meninggal di TKP. Sementara R10 Nissan Truck tangki BBM dikemudikan oleh Al Kadri (28).

Dari keterangan saksi, R2 dan R10 bergerak dari arah selatan ke utara Jalan Permandian Barombong. Diduga saat R2 bermaksud mendahului R10 dari sisi kiri mengalami slip ban hingga terjatuh dan terseret ke depan ban sebelah kiri R10 hingga pengemudi R2 terinjak oleh R10.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda, saat ditemui awak media mengatakan, dugaan sementara ini dilihat bermaksud mendahului.

"Nah ini menjadi PR kita di Kota Makassar di mana pengendara R2 ini suka sekali mendahului apalagi di sisi sebelah kiri sehingga tidak bisa diliat oleh sopir hingga terjatuh, mungkin terjatuh karena licin apalagi kemarin habis hujan licin dan segala macam dia tidak bisa mengendalikan karena di sebelah kirinya itu mepet sama bahu jalan," ujar Zulanda.

Zulanda menambahkan, yang bersangkutan terinjak ban sebelah kiri sehingga meninggal dunia. Untuk sementara sopir truk BBM kita amankan sambil dimintai keterangan.

Untuk proses hukumnya, Zulanda masih belum memastikan. Kata dia, tidak bisa dipungkiri ada asumsi bertanggungjawab pada mobil kecil.

"Kita melihat pada siapa menjadi penyebab dari pada kecelakaan itu. Kalau kecelakaan itu disebabkan oleh R2 saya tidak pernah menjadikan sopir mobil sebagai tersangka," tetang Zulanda.

"Kalau R2 sebagai salah maka dia harus mengakui bahwa dia yang salah, walaupun dia meninggal dunia sehingga kasus tersebut di SP3," sambungnya.

Zulanda mengaku tidak mau menciptakan proses ketidakadilan dalam proses penyelidikan laka. "Sehingga apabila nantinya pihak dari kendaraan besar mau memberikan tali asih misalnya. Boleh saja," kata Zulanda.

"Tetapi itu tidak kewajiban untuk dia karena kenapa kalau R2 yang salah. Sepertinya lalai sehingga dia meninggal kasus kita SP3. Kita tidak mau kendaraan besar ini kendaraan kecil. Kita tetap lakukan penyidikan itu apa yang ada di TKP apalagi ini dilihat banyak orang," tandasnya.

Adapun korban telah diserahkan kepada keluarganya. Jika bersangkutan salah dan bersangkutan juga dalam keadaan luka, Zulanda tidak memaksakan sopir truk BBM untuk ditahan.

"Kadang pengendara mobil tidak luka tapi dia stres, jantung lemah berdebar-debar itu kita jadikan perhatian. Karena belum tentu si mobil ini merasa tidak aman tapi belum tentu dia salah tapi belum tentu juga yang R2 itu benar. Jadi saya berpegang pada apa yang ada di TKP. Sesuai pasal 310 dan 311, kalau 310 kelalaian dan 311 pada kesengajaan," pungkasnya. (Muhsin/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan