Megawati Soekarnoputri Minta Kader Tak Berdansa Politik, Kunto Adi Wibowo: Sangat Mungkin Itu untuk Ganjar

  • Bagikan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merespons kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Direktur Eksekutif KedaiKopi Kunto Adi Wibowo menilai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri telah memperingatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Penilaian Adi itu didasarkan perintah Megawati kepada para kader PDIP untuk tidak berdansa politik menjelang Pilpres 2024.

"Menurut saya, sangat mungkin itu untuk Ganjar," kata Kunto melalui layanan pesan, Jumat (23/9).

Saat ini di internal PDIP terdapat suara-suara yang menginginkan partai berlambang kepala banteng itu mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Kader PDIP yang sejak Agustus 2013 menjadi gubernur Jawa Tengah itu memiliki elektabilitas tinggi.

Selain itu, ada pula kader PDIP yang lebih sreg mendukung Puan Maharani yang notabene putri Megawati. Saat ini, Puan juga mendapat tugas dari ibunya untuk aktif menjalin komunikasi dengan partai lain.

Kunto menilai diksi ‘dansa politik’ yang digunakan dalam pernyataan Megawati tidak ditujukan kepada ‘Dewan Kolonel’ atau para legislator DPR dari PDIP yang mendukung Puan untuk pilpres mendatang.

Toh, kata Kunto, DPP PDIP sudah mengklarifikasi bahwa di dalam struktur kepengurusan partai tidak ada Dewan Kolonel.

“Kata mereka dewan kolonel itu lucu-lucuan saja. Itu hanya untuk mengonsolidasikan kekuatan pendukung Mbak Puan di 2024," kata Kunto.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri saat memberi pengarahan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (22/9), meminta agar para kader PDIP yang menjadi kepala daerah tidak melakukan ‘dansa-dansa politik’ terkait Pemilu 2024.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan