Pagi Datang ke Gedung MA, Hakim Agung Sudrajad Dimyati Serahkan Diri ke KPK

  • Bagikan
Hakim Agung Sudrajad Dimyati menyerahkan diri ke KPK terkait dugaan penerimaan suap (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Hakim Agung Sudrajad Dimyati sempat mendatangi gedung Mahkamah Agung (MA) pada Jumat (23/9) pagi sebelum menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menyerahkan diri terkait dugaan penerimaan suap senilai Rp 800 juta untuk pengurusan perkara kasasi di MA.

“Tadi pagi dia datang ke kantor ini juga dari rumahnya. Pagi ini berkantor. Tapi, sehubungan dengan panggilan KPK akan memenuhi segera ke sana,” kata Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro dalam konferensi pers di gedung MA, Jumat (23/9).

Andi menjelaskan, maksud kedatangan Sudrajad Dimyati ke kantor MA tidak seperti biasanya. Menurut pengakuan Andi, Sudrajad datang untuk meminta restu kepada rekan-rekannya di MA atas kasus yang menimpanya.

“Tadi pagi ada ketemu dengan kami, minta restu bahwa siap menghadiri dan kami mendorong supaya menghadiri, memenuhi panggilan KPK ini,” ungkap Andi.

Menurut Andi, kedatangan Sudrajad untuk bertanya respons kawan-kawannya di MA mengenai penetapan tersangka dirinya. Respons MA, kata Andi, mempersilakan Sudrajad Dimyati untuk kooperatif memenuhi panggilan KPK.

“Jadi begitu ini ditetapkan OTT bagaimana, silakan,” ujar Andi.

Sebelumnya, KPK menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). KPK menduga, Hakim Agung Sudrajad menerima suap senilai Rp 800 juta terkait pengurusan perkara perdata kepailitan Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Selain Sudrajad, KPK juga menetapkan Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu dan delapan orang lainnya sebagai tersangka. Ke delapan orang itu di antaranya Desy Yustria (DY) selaku PNS pada Kepaniteraan MA; Muhajir Habibie (MH) selaku PNS pada Kepaniteraan MA; PNS MA, Redi (RD); dan PNS MA, Albasri (AB). Kemudian, Yosep Parera (YP) selaku pengacara; Eko Suparno (ES) selaku pengacara; serta dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

  • Bagikan