Profil Yosep Parera, Pengacara Ternama yang Di-OTT KPK Saat Suap Hakim Agung

  • Bagikan
Pengacara Yosep Parera yang jadi tersangka setelah kena OTT KPK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu-Kamis (21-22/9/2022) terkait suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung.

KPK telah menetapkan sejumlah tersangka terkait hal tersebut. Salah-satunya adalah pengacara ternama Yosep Parera.

Dilansir dari laman yosepparera.id ia menyebutkan bahwa telah menjadi advokat sejak tahun 2000. Yosep juga merupakan dosen Hukum Bisnis di STIE Widya Manggala Semarang.

Tidak hanya itu, dalam website ia menyebutkan bahwa ia adalah host acara Klinik Hukum di acara Semarang TV.Menjadi Narasumber radio Elshinta dan menjadi pembicara dalam seminar-seminar hukum.

Saat ini Yosep Parera punya akun YouTube Rumah Pancasila. Di sana, pria berambut gondrong itu sering membahas persoalan hukum.

Yosep merupakan pendiri Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) DPC Peradi Semarang, Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum. Spesialis perkara pidana, perdata dan konsultasi hukum.

Yosep juga aktif dalam berbagai organisasi seperti yang disebutkan dalam websitenya.

Berikut adalah daftar keanggotaan Yosep dalam organisasi:

  1. Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Kota Semarang Raya, Periode: 2016-2020
  2. Wakil Ketua Himpunan Advokat Muda Indonesia (DPD HAMI) Jawa Tengah, Periode: 2015-2020
  3. Ketua Perhimpunan Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTIPro) Jawa Tengah, Periode: 2016-2021
  4. Dewan Pengawas Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang, Periode: 2016-2021
  5. Pendiri Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) DPC Peradi Semarang

Yosep juga memiliki buku yang telah dipublikasi dengan judul sebagai berikut :

  1. Panorama Hukum dan Ilmu Hukum yang ditulis bersama Dr. Bernard L. Tanya, S.H., M.H. (2018).
  2. Advokat dan Penegakan Hukum (2017).
  3. Pancasila Bingkai Hukum Indonesia ditulis bersama Dr. Bernard L. Tanya, S.H., M.H. dan Samuel Frederik Lena, S.H., M.H. (2015).

Sebelumnya, Yosep mengakui telah menyerahkan sejumlah uang di Mahkamah Agung dan mengatakan bahwa tidak tahu siapa yang menerima uang tersebut.

"Saya dan mas Eko sebagai lawyer mengakui secara jujur menyerahkan uang di Mahkamah Agung, tapi kami tidak tahu dia (yang menerima uang) Panitera atau bukan," ujar Yosep saat akan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) dari Gedung Merah Putih KPK, Jumat (23/9/2022) dini hari.(Elva/Fajar).

  • Bagikan