Utusan Jokowi Temui Demokrat Sebelum Lukas Enembe Ditetapkan Tersangka, Andi Arief: Minta Posisi Wagub Papua

  • Bagikan
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief mengaku menerima duit sebanyak dua kali dari Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud. Ilustrasi Foto : Ricardo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Gubernur Papua Lukas Enembe atau LE telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penerimaan gratifikasi Rp1 Miliar.

Penetapan tersangka itu berdasarkan surat KPK RI Nomor B/536/dik.00/23/09/2022 tanggal 5 September 2022.

Lukas sendiri telah dicegah bepergian ke luar negeri selama 6 bulan. Bahkan, PPATK telah membekukan rekening Lukas.

Diketahui, KPK melakukan pemanggilan kedua kepada Lukas Enembe pada Senin, (26/9/2022) mendatang.

Namun, Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Alosius Renwarin memastikan kader Demokrat ini bakal mangkir karena belum sepenuhnya pulih.

“Beliau masih dalam kondisi sakit. Kaki Pak Lukas masih bengkak sehingga tidak bisa berjalan, saat ini beliau dalam penanganan tim dokter pribadi,” kata Alosius kepada wartawan di Jayapura, Kamis (22/9/2022).

Terpisah, Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan kepada Menkopolhukam Mahfud MD, Demokrat konsisten memberantas korupsi.

Begitu pun dalam keterlibatan dua kadernya yakni Lukas Enembe dan Bupati Mamberamo Tengah, Papua, Ricky Ham Pagawak (RHP) yang saat ini jadi buronan kasus suap.

“Pak Prof @mohmahfudmd soal berantas korupsi, Demokrat konsisten minta kader menghadapi jika terlibat. Tak tiru Harun Masiku disembunyikan sebuah partai. Persuasi pada LE agar hadir diperiksa KPK, pencarian RHP kami lakukan. Hanya LE sakit sulit komunikasi, RHP tak tahu ia dimana,” ujarnya, dalam akun sosial medianya, Jumat, (23/9/2022).

Dia menegaskan akan membantu KPK meski ancaman kepada Lukas Enembe dan Ketua DPR Papua Yunus Wonda muncul setelah Lukas menolak Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, yang merupakan usulan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

  • Bagikan