Wanita Emas Ditangkap Kejaksaan Agung Soal Dugaan Korupsi, Susi Pudjiastuti Sampaikan Pesan Begini

  • Bagikan
Hasnaeni wanita emas tersangka kasus korupsi mengamuk dan histeris saat dikeler ke mobil tahanan Kejaksaan Agung

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti turut mengomentari penangkapan Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal (PT MMM) Hasnaeni Moein oleh Kejaksaan Agung pada, Kamis, (22/9/2022) kemarin.

Diketahui, penangkapan Hasnaeni merupakan hasil pengembangan kasus dugaan korupsi yang terjadi di PT Waskita Beton Precast dengan total senilai Rp 2,5 triliun.

Susi Pudjiastuti mengingatkan para wanita menjaga martabatnya.

“Semoga ini mengingatkan kita semua .. ayo, wanita bermartabat .. kita jaga integritas karena itu adalah value kita .. kita ajarkan kepada anak2 kita nilai2 yg baik 🙏,” tulisnya dalam akun sosial medianya, Jumat, (23/9/2022).

Sebelumnya Hasnaeni Moein si Wanita Emas yang histeris saat digiring keluar Gedung Bundar oleh Jampidsus Kejagung Jakarta Selatan kemarin.

Mantan Kader Demokrat ini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana PT Waskita Beton Precast (PT WBP) pada tahun 2016 sampai dengan 2020.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Kuntadi menyampaikan, Hasnaeni menggunakan uang sebesar Rp16 Miliar lebih terkait perkara tersebut untuk kepentingan pribadi.

PT MMM sedang melakukan pekerjaan Tol Semarang-Demak, menawarkan pekerjaan kepada PT WBP, Waskita Beton Precast, dengan syarat PT WBP harus menyetorkan sejumlah uang kepada PT MMM dengan dalih penanaman modal

Pekerjaan yang ditawarkan tersebut senilai Rp341 miliar. Kemudian disanggupi oleh PT WBP.

General Manager PT Waskita Beton Precats Kristiadi Juli Hardianto (KJH) yang juga telah ditetapkan tersangka membuat invoice pembayaran seolah-olah PT Waskita Beton Precast membeli material pada PT Misi Mulia Metrikal.

"Atas dasar tagihan fiktif dari PT MMM maka PT WBP menyerahkan uang senilai Rp 16.844.363.402, yang belakangan diketahui bahwa uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi," ungkap Kuntadi. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan