AHY dan SBY Serang Jokowi Saat Lukas Enembe Jadi Tersangka, Jhon Sitorus: Adakah yang Ditutupi?

  • Bagikan
SBY dan AHY. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pegiat media sosial, Jhon Sitorus menyoroti kritikan yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Presiden Joko Widodo.

Jhon mengaku heran, kritikan dari AHY dan SBY makin menjadi-jadi saat KPK mendalami dugaan korupsi Gubernur Papua, Lukas Enembe yang juga kader Partai Demokrat.

"Begitu kader Demokrat Lukas Enembe jadi tersangka KPK, AHY dan SBY serang Jokowi membabi buta. Saya tidak menyimpulkannya sebagai sebuah causal," kata Jhon Sitorus dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya @Miduk17, Sabtu (24/9/2022).

Jhon Sitorus menduga ada yang berusaha ditutupi oleh kedua petinggi Demokrat itu.

"Tetapi, momentumnya tepat. Adakah yang ditutupi? Adakah upaya melindungi? Hanya pace Enembe yang tahu," ungkapnya.

Seperti diketahui, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menduga ada upaya agar Pilpres 2024 nanti diatur hanya akan diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres.

Dugaan SBY disampaikan saat Rapimnas Partai Demokrat 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (15/9) lalu. SBY membeberkan adanya tanda-tanda Pemilu 2024 akan berlangsung secara tidak jujur dan tidak adil.

"Konon akan diatur dalam pemilihan presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres-cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka. Informasinya Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri bersama koalisi tentunya," ucap SBY.

Di acara yang sama, Ketua Umum Demorkat, Agus Harimurti Yudhoyono juga menyindir berbagai proyek di era presiden Jokowi sekedar "tinggal gunting pita" karena sudah dimulai lebih dulu di era Presiden SBY.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan