Beda Agama Bukan Orang Jahat, Habib Ja’far: yang Jahat Justru Mereka yang…

  • Bagikan
Habib Ja'far

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Lingkaran Pertemanan terkadang bagi sebagian orang diberi batasan tertentu. Perbedaan hobby, pekerjaan, budaya, sampai agama bisa menjadi batasan yang memecah pertemanan.

Khusus Agama, terkadang orang menjaga sisi tersebut karena saling menganggap jahat. Orang Muslim menganggap Kristen Jahat, Kristen pun beranggapan demikian.

Padahal, jika merujuk kepada sejarah perjuangan kemerdekaan. Pencapaian kemerdekaan diraih berkat persatuan tanpa membedakan, suku, ras, bahkan adagama sekalipun.

Meurut Habib Jafar, bangsa akan baik-baik saja meskipun ada perbedaan agama di dalamnya. Tapi bangsa akan menjadi tidak baik-baik saja, kalau yang satu baik dan satu jahat.

"Orang berbeda agama itu tidak jahat," imbuh Habib Jafar dikutip dari Channel Youtube The Leonardo's (24/9/2022).

"Gue yakin orang baik itu akan mendapatkan kebaikan dan gue meyakini puncak kebaikan itu adalah iman dan Islam. Gue tidak pernah terancam dengan orang yang menurut gue salah. Gue hanya merasa terancam dengan orang yang menurut gue jahat," sambungnya.

Jafar menggamparkan, orang disebut jahat itu ketika membunuh, mencaci maki, atau menyebarkan kebencian. Sementara jika ada oranng Muslim yang menyebarkan kebencian maka dia sedang melakoni kekafiran.

"Dan, ketika ada non Muslim sedang ngajak ngobrol tentang Tuhan dan kebaikan maka dia sedang melakoni kemusliman dan Keislaman. Jadi, Onad memang bukan Muslim, tapi dia telah melakukan nilai-nilai Islam," paparnya.

Tinggal paswordnya, lanjut Jafar. Meskipun masih ada kelakuannya yang belum Islami. Tapi menurrutnya jika cahaya sudah masuk, maka dia akan menerangi semuanya sehingga semuanya akan menjadi terang.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan