Islah Bahrawi Cocor tentang Politisasi Agama, Disentil Faizal Assegaf: Pelawak Ini Lupa Tragedi Berdarah 65/66

  • Bagikan
Faizal Assegaf. (Twitter @faizalassegaf)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis 98, Faizal Assegaf, menyinggung pernyataan Gus Islah Bahrawi terkait politisasi agama. Faizal mengingatkan Islah tentang fakta politisasi agama menyeret elemen NU dalam tragedi berdarah 65/66.

"Pelawak ini lupa fakta politisasi agama menyeret elemen NU dlm tragedi berdarah 65/66. HTI & umat Islam sibuk kajian, ga bikin industri proposal," singgung Faizal Assegaf dikutip dari unggahan twitternya, @faisalassegaf, Sabtu (24/9/2022).

Faizal lanjut mempertanyakan pernyataan Islah terkait HTI yang difasilitasi Barat. Pendahulu NU yang dekat dengan penguasa Barat dan Zionis Israel pun terseret dalam argumen Faizal.

"HTI difasilitasi Barat? Lupa ya dedengkot NU yg doyan cium tangan penguasa Barat & mesra dgn Zionis Israel. Otak kamu busuk banget," tulisnya.

Sebelumnya diketahui, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat yang dimaksud Faizal itu pada potongan videonya yang beredar di media sosial berbicara panjang lebar terkait politisasi agama.

"Pembunuhan brutal terhadap Syayyidina Usman Ibnu Affan, Ali, Husein, dan peracunan terhadap Hasan. Dan, pembunuhan-pembunuhan kepada bapak dan anak, keponakan terhadap paman, paman terhadap keopanakan, itu berulang kali karena apa? Karena politisasi agama," ujar Islah Bahrawi pada video itu.

Tambah Islah, perang sesama umat Islam, perang Jamal, Siffin, Hurra, Zab, itu semua terjadi karena politisasi agama. Hal itulah yang membuat sejarah-sejarah Islam menjadi hancur lebur, menjadi getir, pahit, dan lain sebagainya.

"Dan, kita hari ini disibukkan dengan urusan politik daripada ilmu Pengetahuan. Ini yang terjadi di antara kita. Inilah yang kemudian yang dijejalkan oleh negara Barat kepada orang-orang Islam supaya kita sibuk berpolitik," bebernya.

"Dan, kita lupa bahwa kita pernah melahirkan Rumi, Tabrizi, Al-Khawarizmi, Ibnu Zina, Al-Ghazali. Kita sibuk oleh politik, oleh khilafah, Hizbut Tahrir, dan sebagainya. Kantor pusatnya di London, seharusnya kita bertanya, mengapa orang Barat yang memfasilitasi itu? Karena supaya kita sibuk berpolitik. Dan, dengan politik kita punya sejarah yang tidak nyaman," sambung Islah.

Saling bunuh sesama Umat Islam, tidak lain karena persoalan politik, menurut Islah. Itulah yang dijejalkan oleh orang-orang Barat supaya Islam lebih sibuk dengan urusan remeh-temeh. (Muhsin/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan