Soroti Soal Dukun, Habib Ja’far Beri Kriteria Orang yang Patut Didengarkan Petuahnya

  • Bagikan
Habib Ja'far

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Peralihan masa pandemi ke masa endemi membuat tidak sedikit orang yang kesulitan dan terhimpit masalah ekonomi. Dan, nahasnya beberapa melarikan masalahnya bukan ke pemilik skenario kehidupan. Tetapi, ke dukun.

JIka merujuk pada syariat Agama, hukum dukun dalam Islam jelas haram dan melanggar syariat. Hal tersebut sesuai dengan hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal dan bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka sholatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.”

Sementara menurut Habib Jafar, seharusnya umat Muslim hanya boleh tunduk kepada Tuhan dan segala yang direstui oleh Tuhan. Meskipun perlu diakui dan realistis tentang adanya dukun.

Habib Jafar menuturkan, orang yang patut didengarkan petuahnya bukan dukun. Tetapi, ibu yang ada di rumah. Sosok ibu menurut Jafar sangat sakti mandraguna dengan doa-doanya.

"Bagi gue, ngapain gue ke dukun. Di rumah ada ibu gue yang sakti mandraguna karena doa ibu itu adalah dukun yang sesuai degan syariat Islam," jelas Habib Jafar dikutip dari Channel Youtube The Leonardo's (24/9/2022).

"Kalau ibu gue suatu hari wafat, ke kuburannya juga sama saja gue bisa tetap minta doa kepada dia," sambungnya.

Lebih dalam Jafar menjelaskan, wafat itu hanya berpindah dimensi. Tapi kita tetap bersatu dengan cinta. Jadi, dukun tidak ada apa-apanya ketimbang seorang ibu. (Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan