Tanggapi Pernyataan Luhut soal Presiden dari Jawa, Eko Widodo: Kini Anies Dijegal Isu Rasialis Non-Jawa

  • Bagikan
Luhut Binsar Pandjaitan

FAJAR.CO.ID -- Pernyataan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menilai, orang dari luar pulau Jawa kecil kemungkinan untuk bisa menjadi presiden.

Luhut menyarankan agar tokoh dari luar Jawa tidak usah berambisi manjadi Presiden.

Pernyataan itu pun kini menggelinding dan ditanggapi dingin sejumlah pihak. Bahkan, netizen di twitter pun masih ramai membahas hal itu.

Salah satu penggiat media sosial, Eko Widodo, ikut geram atas pernyataan itu. Menurutnya, pernyataan tersebut terindikasi upaya menjegal Anies untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang.

"Kini Anies dijegal isu rasialis non-Jawa..," tulis Eko Widodo, melalui akun twitternya, @ekowboy2.

Eko juga mengingatkan terkait Pilkada Jakarta pada 2017 lalu yang mana kala itu terbilang gampang orang men-cap warga yang beda pilihan sebagai anti-Pancasila.

"Dulu jaman Ahok-Jarot pernyataan macam ini dicap anti Pancasila & merusak keragaman," lanjutnya.

"Jadi kira-kira siapa yang jualan politik identitas, silahkan rakyat menilai!!," tutup Eko Widodo.

Cuitan itu pun mendapat komentar beragam dari netizen.

"Mungkin untuk dirinya sendiri, soalnya kn pak anies orang Jawa🤣," tulis salah satu netizen.

"Tidak ada di nyinggung Anies cb tonton youtube milik Roky Gerung dan cukup lucu kita ngomng rasis hny mngmbil prnytan beliau bhw non jawa skrg tdk bsa jd presiden hny septng sdh liat blom kmplitny mngkn 25 thn lg klo sistmny diubh bsa jd non jawa jd presiden," komentar lainnya.

"Presiden wni gak hrs org jawa yg penting punya ahklak, integritas, berilmu, adil, demokratis, tdk punya masalah hukum," cuap lainnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan