Adi Prayitno Sebut Kritik AHY ke Jokowi Soal Infrastruktur adalah Politik Bunuh Diri

  • Bagikan
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengklaim banyak pembangunan infrastruktur di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kemudian banyak diresmikan presiden Joko Widodo menuai kontroversi. Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, kritik AHY terhadap pemerintahan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur sebagai politik bunuh diri.

Sebab, infrastruktur justru selama ini jadi tulang punggung kepuasan publik terhadap Jokowi.

“Infrastruktur itu backbone politik Jokowi. Kepuasaan publik di bidang infrastruktur memuaskan. Wajah politik Jokowi itu wajah politik infrastruktur. Tak perlu ahli untuk jelaskan infrastruktur Jokowi unggul dari SBY. Mestinya kalau mau kritik bisa isu lain,” kata Adi kepada wartawan, Minggu (25/9).

Menurut Adi, serangan AHY ke pemerintah dinilai minim data. Sehingga Demokrat tampak kelimpungan menjawab serangan balik pemerintah.

“Ada kesan AHY butuh pengakuan kalau SBY juga berbuat sesuatu di negara ini, terutama di bidang insfrstruktur dengan nyerang pemerintah. Giliran diserang balik, Demokrat kelabakan tunjukkan fakta bahwa SBY lebih unggul soal infrastruktur. Terlihat peluru serangannya salah alamat dan salah isu,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu mengatakan, AHY seharusnya memilih isu lain untuk mengkritik Pemerintah, bukan justru pembangunan infrastruktur yang secara fakta jauh mengungguli SBY.

“Kalau isu yang lain mungkin bisa masuk akal. Tapi kalau infrastruktur jelas itu bunuh diri,” papar Adi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan