Singgung Kata ‘Demokrasi’ Andalan Jokowi, Ali Syarief Ingatkan Demo Berjilid-jilid

  • Bagikan
Ali Syarief

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Akademisi Cross Culture, Ali Syarief menyinggung kata "demokrasi" yang kerap dilayangkan Presiden di depan awak media sebagai kata pamungkas.

"Atas nama demokrasi, "dipersilahkan untuk menyampaikan pendapat sebebas-bebasnya, asal santun", kira2 itu kata @jokowi," ujar Ali Syarief dikutip dari unggahan twitternya, @alisyarief (25/9/2022).

Namun yang sangat disayangkan menurut Ali Syarief, pemerintah cenderung bungkam dan tidak mau mendengar aspirasi rakyat. Rintihan yang diteriakkan seakan dianggap angin yang lewat.

"Seperti demo yg berjili-jilid-sedang massive dimana-mana, adalah penghianatan terhadap demokrasi," tandas Ali.

Sebagaimana diketahui, gelombang mahasiswa sejak dinaikkannya harga BBM bersubsidi pada 3 September lalu telah konsisten dilakukan. 

Namun, sejauh ini belum ada respon balik dari pemerintah. Pun massa aksi yang sampai di DPRD hanya diberikan janji manis. 

"Aspirasinya kami terima, nanti kami teruskan ke pusat dan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat," begitu kira-kira jawaban serentak dari anggota Dewan yang silih berganti menemui massa aksi.

Jika ditilik bagaimana reaksi pemerintah dalam menanggapi teriakan mahasiswa dan ormas yang menggelar aksi unjuk rasa, seakan tidak takut tragedi 98 terulang kembali.

Salah satu alasannya mencekoki oknum aktivis dengan "alat penenang" yang bisa dikatakan sesuatu yang tidak bisa disangkal. Ibarat katanya, adinda di jalan demo, kakanda di hotel nego. 

(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan