Viral Es Teh Indonesia Layangkan Somasi, Henry Subiakto: Dikritik Customer Itu Bukan Sesuatu yang Harus Dihadapi Secara Hukum

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Imbas somasi yang dilayangkan Es Teh Indonesia kepada Ghandi menjadikannya brand minuman tersebut mendapatkan kritikan dari berbagai pihak. Sikap yang diambil oleh Es Teh dinilai berlebihan.

Sebelumnya pemilik akun @Gandhoyy membuat postingan yang dianggap menjatuhkan brand tersebut. Namun, Ghandi telah meminta maaf setelah disomasi oleh pihak Es Teh.

Meski mengakui segala kesalahan yang diperbuatnya, banyak pihak kemudian tidak setuju dengan somasi yang diberikan perusahaan tersebut kepada seorang pelanggan.

Mantan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto menilai bahwa kritikan dari seorang konsumen seharusnya tidak perlu dihadapi secara hukum seperti somasi.

Ia menilai bahwa warga berhak mengkritik perusahaan manapun untuk membantu perusahaan menjadi lebih baik. Ia mengatakan bahwa tindakan mengkritik tidaklah melawan hukum atau UU ITE.

"Dikritik customer itu bkn sesuatu yg hrs dihadapi scr hukum (somasi). Disamping krn kritik adalah hak warga, itu hendaknya jd masukan yg bikin perusahaan jd mkn cerdas & wise. Dikritik mmg tdk enak, tp itu bkn perbuatan melawan hukum dan tdk melanggar pasal manapun UU ITE," tulis Hendry.

Tidak hanya Hendry yang menilai sikap Es Teh kurang tepat. Namun, banyak pihak lain dan netizen yang mengomentari hal tersebut. Bahkan ada yang mengatakan bahwa perusahaan tersebut baperan.

"Es teh cabang Indonesia baperan, contoh es teh Korea dong, dibikinin meme bakar gedung juga tetep slayyy dan tetep jualan tetep pekerjakan member tbz dengan keras bagai kuda," tulis netizen.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan