Beber Modus Peretasan Awak Redaksi Narasi, Pratama Persadha Angkat Bicara

  • Bagikan
Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Pratama Persadha. (CISSReC/Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Pratama Persadha mengungkap modus peretasan dan pengambilalihan nomor seluler sejumlah awak redaksi Narasi. Antara lain, dengan malware (perangkat lunak berbahaya) dan mengakses kode verifikasi sekali pakai OTP.

Pakar keamanan siber itu mengatakan, peretasan tersebut bisa dengan cara mengakses one time password (OTP) atau sistem pengamanan akun berupa kata sandi (password) yang bersifat sekali pakai.

”Untuk mengakses OTP melalui beberapa cara, yakni dengan memalsukan identitas, lalu membuat SIM card di provider. Selain itu, mengakses OTP lewat akses provider telekomunikasi,” terang Pratama Persadha seperti dilansir dari Antara.

Secara teknis, kata dia, memungkinkan tindakan peretasan ke sejumlah aset digital seseorang, seperti media sosial dan aplikasi pesan instan. Cara paling mudah adalah memalsukan dokumen kartu tanda penduduk (KTP) dan datang ke kantor cabang provider telekomunikasi untuk meminta pergantian SIM card.

”Mereka bisa mengaku sebagai pemilik nomor dengan memalsukan KTP sesuai dengan registrasi terdaftar tadi. Ini sangat memungkinkan karena ada data bocor registrasi SIM card sebelumnya, jadi bisa digunakan,” kata Pratama.

Selain itu, lanjut dia, pelaku peretasan juga bisa melakukan akses terhadap OTP provide telekomunikasi dengan bantuan layanan pihak ketiga. Yakni untuk memperoleh OTP yang dikirimkan setelah ada permintaan (request) dari aplikasi.

”Dengan demikian, pelaku tidak perlu mengirimkan pesan penipuan untuk meminta OTP kepada target. Hal ini sering dilakukan para penipu dengan mengaku sebagai kasir minimarket dan meminta OTP,” ujar Pratama Persadha.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan