Djohar Arifin Husin Khawatir Kalangan Pendidik Mogok Nasional, Bingung Program Nadiem Makarim Berepisode-episode

  • Bagikan
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra Djohar Arifin Husin mengungkapkan kekhawatirannya akan adanya mogok nasional dari kalangan pendidikan. Foto tangkapan layar YouTube DPR RI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Gerindra Djohar Arifin Husin mengungkapkan kekhawatirannya akan adanya mogok nasional dari kalangan pendidikan.

Mogok nasional itu, kata dia, sebagai protes atas kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yang dinilai sering menimbulkan kegaduhan.

"Saya sampaikan di sini sudah banyak insan pendidikan yang mengeluh dengan kebijakan Mas Menteri," kata Djohar dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim di Jakarta, Senin (26/9).

Dia mengatakan, para guru, dosen, sekolah hingga perguruan tinggi mengeluh. Menurut Djohar, mereka bingung dengan program Nadiem yang berepisode-episode. Belum paham program satu, sudah ditimpa lagi dengan episode-episode baru.

Sementara, ujarnya, program itu bisa saja berubah ketika Nadiem tidak jadi menteri lagi. "Mas Nadiem, kan, tinggal dua tahun lagi jadi menteri. Buat apa bikin program yang menghabiskan uang banyak dan nanti diganti sama menteri serta presiden baru," ujarnya.

Dia menyebutkan saat ini guru dan dosen resah.

Keresahan itu bisa mendorong kalangan pendidikan berontak dan akhirnya mogok nasional. Djohar juga menyematkan Nadiem pembuat kegaduhan.

Ada banyak guru honorer menangis karena kebijakannya berubah-ubah. Bukti nyata adalah program satu juta PPPK yang progress-nya jauh dari harapan.

"Kami tahu Mas Menteri ini pintar sekali, tetapi kami juga enggak bodoh-bodoh banget. Jadi, tolong jangan bikin kegaduhan-kegaduhan lagi," ujarnya. (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan