Harusnya Tidak Ada Alasan Harga BBM Naik, Anthony Budiawan: APBN Surplus Rp106 Triliun Per Akhir Juli 2022

  • Bagikan
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan/Net

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan membernarkan pernyataan Rizal Ramli tentang kekeliruan pemerintah menaikkan harga BBM.

"Benar, tidak ada alasan harga BBM naik. Penerimaan negara Jan-Jul 2022 naik Rp519 triliun dibandingkan Jan-Jul 2021, APBN surplus Rp106 triliun per akhir Juli 2022," ujar Anthony Budiawan dikutip dari unggahan twitternya, @AnthonyBudiawan (26/9/2022).

Menurut pengamatannya, harga minyak mentah sedang turun, saat ini sekitar $78 per barel. Tidak benar APBN jebol, kata dia.

Adapun Begawan Ekonomi, Rizal Ramli memastikan kenaikan harga BBM, akan mendorong kenaikan harga lain-lain. Makanan, transportasi, dan sebagainya.

"Apalagi ini kenaikannya relatif tinggi. Hampir 30 persen. Iya kan? Yang kedua, apa memang perlu? Itu pertanyaan penting. Ternyata gak perlu, karena harga minyak mentah dunia sudah turun," ujarnya dikutip dari Channel Youtube Kedai Pena (26/2022).

Pemerintah Jokowi, menurut Rizal tahun ini harus nyicil pokok utang 400 triliun. Bunganya 405 triliun. Jadi total 805 triliun. Nilai utang tersebut jika ditilik, sepertiga dari APBN.

"Nah, dia gak punya uang. Karena buat bayar bunganya dia mesti utang lagi. Itulah sebetulnya alasan utamanya. Karena jor-joran utang dengan bunga tinggi, 6,5 persen. Negara Thailand Filiphina, maupun Vietnam kalau minjam itu paling 3 persen," tandasnya.

"Jadi persis, alasan utamanya karena pemerintah Indonesia sudah terperangkap sama Pinjol Internasional. Kan gitu, pinjol bunganya tinggi, makin lama makin gak mampu bayar. Akhirnya harus jual ini, meski potong itu. Jadi, pemerintah Jokowi terperangkap Pinjol Internasional," sambungnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan