Kematian Mahsa Amini Picu Protes Terbesar di Iran, Puluhan Orang Tewas, Dua Dubes Dipanggil Kemenlu

  • Bagikan
SAMPAI KE NEGARA LAIN: Demonstrasi para perempuan Kurdi di Hasakeh, Syria, yang mengutuk kekerasan yang dialami Masha Amini dan berbuntut kematiannya kemarin (25/9). (AFP)

FAJAR.CO.ID, TEHERAN-- Setidaknya 1.200 orang ditangkap dan puluhan korban lainnya tewas sejak demonstrasi di Iran berlangsung mulai pekan lalu. Meski begitu, massa tidak menyurutkan aksi mereka. Jumlahnya justru kian banyak.

Demonstrasi yang menuntut diakhirinya kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan serta kewajiban memakai jilbab itu malah meluas ke lebih dari 40 kota di 31 provinsi di Iran. Mayoritas terjadi di kota-kota besar.

’’Demonstran kini menggunakan berbagai taktik berbeda. Mereka bergerak dari satu kota ke kota lain dan membuat pasukan keamanan sulit mengontrol semua lokasi,’’ ujar Sima Sabet, jurnalis dan presenter di Iran International TV, sebagaimana yang dikutip The Guardian.

Dia menyatakan, demo kali ini berbeda dengan aksi menentang pemerintah yang diberi nama Revolusi Hijau pada 2009. Saat ini massa berani melawan kembali. Mereka tidak takut lagi terhadap rezim pemerintahan yang brutal.

Sabet menjelaskan, demonstran membakar ambulans karena kendaraan tersebut tidak dipakai untuk membawa korban yang terluka.

Namun, ambulans justru dimanfaatkan pemerintah untuk membawa pasukan keamanan. ’’Baru kali ini perempuan Iran membakar hijabnya dan didukung para lelaki,’’ terangnya.

Aksi yang berujung ricuh di berbagai titik itu sudah memakan korban puluhan nyawa. Tidak ada yang tahu pasti jumlah korban di lapangan. Amnesty International pada Jumat (23/9) menyebutkan bahwa setidaknya 30 orang meninggal, termasuk 4 anak.

Media pemerintah, Republik Islam Iran Broadcasting, merilis bahwa 35 orang telah meninggal. Lembaga HAM Iran mengungkapkan bahwa setidaknya ada 53 orang atau bahkan lebih karena korban di lapangan terus bertambah.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan