Lukas Enembe Tersangka, Stefanus Roy Rening Sebut Dua Jenderal Ini Ingin Kuasai Papua

  • Bagikan
Koordinator tim kuasa hukum Gubernur Papua Stefanus Roy Rening. Foto RidwanJPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Gubernur Papua Lukas Enembe kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK menduga jika Lukas Enembe menerima gratifikasi sebanyak Rp 1 miliar dan dugaan suap.

Dibalik kasus korupsi, Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe yakni Stefanus Roy Rening mengukapkan jika kasus ini ada hubunganya dengan dua mantan petinggi Polri.

Hal itu ia jelaskan dalam konfrensi pers di Kantor Perwakilan Pemprov Papua, Jakarta Selatan, Senin 26 September 2022.

"Saya pengacara tiap hari bersentuhan dengan dunia politik. Sehingga kalau saya mengambil kesimpulan bahwa politisasi sudah terjadi, karena saya melihat dua figur ini," Kata Roy Rening.

"Pak Budi Gunawan dan Pak Tito Karnavian, sudah memainkan kartunya untuk mempersiapkan Pak Paulus masuk ke Papua," tambahnya.

Roy menceritakan Paulus direncanakan menjadi Gubernur Papua oleh Tito.

Menurutnya, Paulus merupakan korban politisasi oleh Dua Jenderal Tito dan Budi.

"Saya amati, karena saya pengamat juga. Setelah pak Paulus selesai dari Polisi, dia kemana? Dia ditarik pak Tito, masuk ke Deputi Perbatasan. Setelah selesai, mau ada pergantian pejabat Gubernur di Papua Barat, siapa yag ditunjuk Tito? Pak Paulus kan? ungkapnya.

"Jadi kalau saya mengambil kesimpulan bahwa telah terjadi politisasi, di mana dua jenderal polisi ini memainkan peran untuk menguasai Papua, saya tidak salah. Karena saya membaca gejala ini," ungkap Roy.

Lanjutnya, Tito sempat datang ke Papua pada tahun 2021 untuk meminta kepada Lukas Enembe untuk menjadi wakil Gubernur Papua.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan