Penembakan Brutal pada Sekolah di Rusia Tewaskan 13 Orang, Putin Sebut Tindakan Teroris

  • Bagikan
Anak-anak di sebuah sekolah di Izhevsk, Rusia, dievakuasi setelah seolah pria menembak dengan membabi-buta di sekolah tersebut. (The Guardian)

FAJAR.CO.ID, MOSKOW -- Penembakan brutal terjadi di sebuah sekolah di Rusia. Dalam kejadian, sebanyak 13 orang tewas, 7 di antaranya anak-anak, puluhan lain luka. Pelaku adalah alumni sekolah itu dan tewas bunuh diri setelah menembak secara brutal.

Presiden Rusia Vladimir Putin angkat bicara. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Presiden Vladimir Putin sangat berduka atas kematian tersebut. “Dia (Putin) menggambarkan insiden itu sebagai tindakan teroris oleh seseorang yang tampaknya milik organisasi atau kelompok neo-fasis,” kata juru bicara seperti laporan The Guardian, Senin (26/9).

Hal itu karena pelaku menggunakan T-Shirt dengan tulisan Swastika yang terafiliasi dengan Nazi. Juri Bicara Putin mengatakan dokter, psikolog dan ahli bedah saraf telah dikirim atas perintah Putin ke lokasi penembakan di Izhevsk, sekitar 600 mil timur Moskow.

Komite Investigasi Rusia mengatakan pada 26 September bahwa pria bersenjata itu telah diidentifikasi sebagai Artem Kazantsev. Ia seorang pria berusia awal 30-an dan erupakan lulusan sekolah yang memiliki siswa dari taman kanak-kanak hingga akhir sekolah menengah.

Pria bersenjata itu mengenakan T-shirt dengan swastika di atasnya. enembak dirinya sendiri hingga tewas di tempat kejadian. Komite Investigasi juga mengatakan bahwa Direktorat Investigasi Utama di Moskow sedang menyelidiki penembakan tersebut.

Garda Nasional Rusia mengatakan Kazantsev menggunakan dua pistol. Senjata itu tidak terdaftar di pihak berwenang. Izhevsk adalah sebuah kota berpenduduk 640 ribu orang, terletak di sebelah barat pegunungan Ural di Rusia tengah. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan