Terkesan Naif, Pengamat Politik Abdul Hakim: Pernyataan Pak SBY Sukses Mencuri Perhatian

  • Bagikan
Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI) Abdul Hakim. Foto: Ist for JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pengamat politik Abdul Hakim menilai pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal tanda-tanda bakal ada kecurangan di Pemilu 2024, sukses mencuri perhatian masyarakat.

Pernyataan SBY membuat partai berlambang mercy tersebut kembali dibicarakan publik. "Pernyataan Pak SBY sukses mencuri perhatian. Membuat Partai Demokrat kembali dibicarakan publik. Apalagi, penyataan ini tanpa disertai penjelasan pihak mana yang dimaksud akan melakukan kecurangan. Ini mengundang banyak aktor politik tergelitik mengomentarinya sehingga menjadi diskursus politik," ujar Abdul Hakim dalam keterangannya, Senin (26/9).

Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI) ini menduga SBY sengaja menebar kontroversi mengingat perolehan suara Partai Demokrat terjun bebas pada Pemilu 2014 dan 2019.

"Jadi, yang dilakukan Pak SBY ini bisa dibilang cukup sukses, tetapi harus ada upaya ekstra untuk kembali memikat hati pemilih sebagai upaya rebound untuk merangkak kembali mendekati titik puncak," katanya.

Partai Demokrat diketahui pernah memuncaki hasil pemilu 2009 dengan perolehan suara hingga 20.8 persen. Suara ini kemudian merosot sampai 50 persen hingga tinggal 10,2 persen pada Pemilu 2014 dan merosot lagi menjadi 7,8 persen pada Pemilu 2019.

Meski sukses menarik perhatian, Abdul Hakim menilai pernyataan SBY terkait potensi kecurangan di Pemilu 2024 mendatang, kurang elegan. "Bahkan terkesan naif," katanya.

Menurut Abdul Hakim, pernyataan SBY bahwa ada pihak yang diduga akan melakukan kecurangan tanpa menyebut pihak mana yang dimaksud, membuat pernyataan tersebut tidak setara dengan rekam jejaknya sebagai presiden dua periode.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan