Anies Baswedan Izinkan Warga Bangun Rumah hingga 4 Lantai, DPRD DKI Jakarta Merespons Begini

  • Bagikan
Anies Baswedan bersama warga eks Bukit Duri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Komisi D DPRD DKI Jakarta mengkritisi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membolehkan rumah dekat dengan stasiun dan terminal untuk meninggikannya hingga empat lantai.

Kebijakan tersebut terdapat dalam Pergub Nomor 31 tahun 2022 tentang Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) yang baru disosialisasikan Anies pada Rabu, (21/9) lalu.

Menurut Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahdiah, jika rumah dibolehkan hingga empat lantai, ia mengkhawatirkan beban tanah di Jakarta akan semakin berat.

“Ini yang memang perlu ditinjau betul, mungkin gak?” katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (27/9).

Belum lagi, Ida mengatakan bahwa baru diizinkan dua lantai saja, banyak warga yang licin berbohong untuk menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Apalagi jika memang akhirnya diizinkan untuk membangun empat lantai.

“Terutama Jakarta Utara yang memang tanahnya setiap tahunnya turun sekian centi. Ini yang menjadi harus dipertimbangkan betul, seharusnya kalau kita mau melihat betul beban tanah kita seperti apa,” jelasnya.

Lebih jauh, politikus PDIP ini mengira bahwa Anies hanya ingin mengambil hati dari kalangan menengah agar citranya tetap baik menuju Pemilu 2024. Sebab, menurutnya, yang mampu untuk membangun rumah hingga empat lantai hanyalah warga dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas.

“Bukan saya mau meremehkan orang ya, tapi kita tahu bahwa rumah 4 lantai kan menengah ke atas, itu pasti. Mungkin ini sedang menarik hatinya menengah ke atas, ya bisa saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa dengan adanya Pergub No. 31 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), rumah-rumah di Jakarta akan berorientasi vertikal. Hal tersebut termasuk membuat rumah-rumah warga boleh membangun hingga empat lantai.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan