Aparat Iran Bertindak Represif, Korban Tewas Aksi Bela Mahsa Amini Terus Bertambah

  • Bagikan
Aksi unjuk rasa menuntut keadilan atas kematian Mahsa Amini. Di beberapa wilayah, aksi unjuk rasa berakhir ricuh. (Ozan Köse/AFP)

FAJAR.CO.ID, TEHERAN-- Sebanyak 41 orang tewas dalam demonstrasi berujung kerusuhan terkait tewasnya Mahsa Amini (22) di tangan polisi moral mengenai aturan berjilbab di Iran. Lima orang diantaranya merupakan anggota sukarelawan paramilite.

Sebelumnya, Amini diduga mendapatkan penganiayaan dari polisi moral Iran terkait aturan berjilbab. Wanita kelahiran 1999 itu tewas usai ditangkap oleh petugas. Hal ini kemudian memicu gelombang demonstrasi di Iran beberapa hari terakhir.

Para warga yang turun dalam demonstrasi takut jika nasibnya sama dengan Mahsa Amini. Warga juga takut terkait aturan Hak Asasi Manusia (HAM) Iran yang semakin menipis. Pemerintah bahkan menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mengontrol warganya.

Dalam video yang dibagikan VOA Indonesia memperlihatkan beberapa pengunjuk rasa di Yunani memotong rambutnya sebagai bentuk protes. Tampak pula pendemo membakar kain mirip jilbab.

"Aku memotong rambutku karena banyak saudara saya di Iran akan mati mungkin besok karena hijab. Saya tidak menginginkannya dan membencinya, " kata Eli Fazlollah pengungsi Iran di Yunani.

Di sisi lain, warga juga melakukan demonstrasi untuk mendukung pemerintah untuk melawan massa anti pemerintah. Masih dari video yang sama, seorang pendukung mengatakan bahwa kematian Amini merupakan suatu bentuk 'preman dan tindakan jahat' yang ditunggangi oleh kepentingan tertentu.

Menurutnya, banyak orang yang tidak peduli dengan pemerintahan dengan menjadikan kasus ini sebagai alasan untuk melawan pemerintahan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan