Guru PPPK 9 Bulan Tak Digaji Mengadu ke Hotman Paris, Andi Muawiyah Ramli: Itu Pengacara Lho Bukan Menteri, Mas Nadiem ke Mana

  • Bagikan
Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramli. (Instagram Andi Muawiyah Ramli)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Kinerja Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dinilai kurang memuaskan oleh Komisi X DPR RI.

Mereka terang-terangan menyerang Nadiem dalam rapat kerja Komisi X pada 26 September.

Andi Muawiyah Ramly, anggota Komisi X dari fraksi PKB ini menilai sejak Nadiem menjadi menteri, sudah empat kegaduhan nusantara yang dibuat.
"Saya lihat Mas Menteri ini sejak awal sampai sekarang bikin kegaduhan terus. Saya catat ada empat kegaduhan nusantara, yaitu soal sejarah, organisasi penggerak, RUU Sisdiknas, dan shadow team," terangnya.

Dia tidak puas dengan penjelasan Nadiem soal shadow team yang diklarifikasi menjadi mirror alias cermin. Baginya aneh, ketika Nadiem membanggakan shadow team di PBB dan menyatakan ada jabatan yang setara dirjen.

"Ini luar biasa sekali kok bisa tim shadow kewenangannya setara dirjen. Itu sama saja bertentangan dengan UU ASN," tegasnya.

Seakan menampar Nadiem dengan program satu juta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), Andi mengungkapkan kondisi guru ASN tersebut. Dia mengaku menerima video viral dari guru PPPK di Lampung yang sembilan bulan belum digaji.

Ironisnya, para guru tersebut malah mengadu ke Hotman Paris Hutapea. Bagi Andi itu sangat ironis karena seharusnya Nadiem yang didatangi.

"Guru-guru PPPK ke Kopi Joni berharap dukungan Hotman Paris. Itu pengacara lho, bukan menteri. Mas Nadiem ke mana," serunya.

Andi mengingatkan Nadiem, para wakil rakyat yang duduk di Komisi X adalah orang nomor satu di daerah masing-masing. Mereka dipilih rakyat karena diyakini mampu berjuang.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan