Soal Organisasi Bayangan di Kemendikbud, Tokoh NU Soroti Nadiem Makarim

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kemendikbud menuai kritikan soal adanya organisasi bayangan di kementerian tersebut.

Kritikan itu datang dari salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Umar alias Muhammad Umar Syadat Hasibuan.

Menurut Gus Umar, 400 orang yang dipekerjakan itu pakai uang rakyat. Berbeda dan tidak ada masalah, jika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Nadiem Anwar Makarim itu, menggunakan uang Gojek yang didirikannya untuk mempekerjakan 400 orang tersebut.

"400 orang dia pekerjakan pakai duit rakyat. Klu 400 org itu pakai duit ojol yg dia dirikan sih gak mslh. Ngeri bgt," cuit Gus Umar yang dikutip FAJAR.CO.ID, Selasa (27/9/2022).

Sebelumnya, kritikan yang sama datang Imam Islamic Center of New York, Shamsi Ali.

Ia mengkritik Kemendikbud dengan adanya organisasi bayangan tersebut.

Pria asal Sulsel ini lantas mempertanyakan mengapa harus ada organisasi bayangan itu dan kementerian dan jajarannya menjadi apa.

"Di Kementrian pendidikan ada shadow organization (organisasi bayangan) yang nampaknya menentukan segalanya. Apa organisasi itu? And who really the people in control? Kenapa harus ada organisasi shadow.. lalu Kementrian dan jajarannya jadi apa?" cuitnya yang dikutip FAJAR.CO.ID, Jumat (23/9/2022).

Shamsi Ali juga mengunggah video penjelasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) , Nadiem Makarim, terkait adanya 400 orang sebagai product manager di kementeriannya itu.

Menurut Nadiem di dalam video itu, empat ratus orang itu menjadi mitra tukar pikiran struktur Kemendikbud seperti Dirjen dan struktur lainnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan