6 Versi Dalang Dibalik G30S PKI, dari Soeharto hingga CIA

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID — Gerakan 30 September atau G30S PKI hingga saat ini masih menyimpan banyak misteri. Menjadi warisan sejarah yang tak habisnya mengundang kontroversi.

G30S merupakan peristiwa berlatarbelakang kudeta yang mengakibatkan gugurnya enam jenderal serta satu orang perwira pertama militer Indonesia.

G30S akan selalu menyimpan tanya tanpa ada titik temu yang dapat ditarik kesimpulan karena para sejarawan memiliki versinya masing-masing.

Karena itulah, pembelajaran G30S dalam kurikulum sekolah sempat berubah-ubah. Misalnya saja pada kurikulum 2004 materi pembelajaran sejarah tidak lagi mencantumkan PKI dalam penulisan G30S.

Namun, saat ini pembelajaran sejarah kembali mencantumkan PKI dalam penamaan peristiwa tersebut.

Awalnya, Soeharto menyebut peristiwa ini sebagai Gestapu atau Gerakan September Tiga Puluh. Namun di era orde baru, Soeharto mengubahnya menjadi G30S/PKI karena menyebut PKI sebagai dalang.

Padahal, jika dilihat dari berbagai sumber, ada banyak versi dibalik G30S.

Sementara, rezim orde lama alias Soekarno menyebutnya sebagai Gestok atau Gerakan Satu Oktober karena menganggap peristiwa tersebut terjadi dinihari 1 Oktober.

Beberapa versi dibalik peristiwa yang menewaskan sejumlah jenderal tersebut diantaranya:

Pertama, Buntut Konflik Internal dari TNI Angkatan Darat (AD).

Teori ini mencoba menjelaskan bahwa saat itu ada perpecahan di tubuh TNI AD.

Dimana kubu Soekarnoisme didalamnya ada Letjen TNI Ahmad Yani dan kubu yang tak pro terhadap Soekarno ada Jenderal TNI A.H. Nasution dan Mayjen TNI Soeharto.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan