Dewan Sayangkan Banyak Pejabat Pemkot Makassar Gunakan Kendaraan Pribadi di Ojol Day

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Anggota DPRD Kota Makassar, Kasrudi menyayangkan program ojek online (ojol) day tidak efektif di pekan kedua pada Selasa, (27/9/2022) kemarin.

Pemamdangan berbeda dengan pekan pertama ketika ojol day diterapkan dimana kondisi parkir di sekitar Balaikota sepi, namun pada pekan kedua nampak mulai ramai.

"Ini harus jadi perhatian. Kami sayangkan program yang sudah bagus ini tidak berjalan efektif," kata Kasrudi saat dihubungi fajar.co.id, Rabu (28/9/2022).

Mengacu pada kebijakan pemerintah memberlakukan ojol day melalui Surat Edaran (SE) 51/247/S.Edar/BKPSDMD/IX/2022 tertanggal (15/9/2022) Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mewajibkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), non ASN hingga pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menggunakan Ojek Online (ojol) setiap hari Selasa.

Sebagai percontohan, Ojol Day telah berjalan Selasa (20/9/2022). Tampak juga Walikota Makassar Danny Pomanto menggunakan ojol menuju ke Balai Kota.

Kasrudi menekankan dalam menjalankan program ini, diperlukan sikap konsisten terutama dari pemerintah yang menjadi contoh. Ia juga mengaku bahwa DPRD kota Makassar akan turut mengawasi jalannya program tersebut.

"Yang perlu ini adalah konsisten apa tidak, kami di DPRD akan mengawasi itu apakah konsisten atau tidak," katanya.

Menurut Wakil Ketua Komisi D bidang kesejahteraan rakyat itu program ojol day terbukti mampu menguraikan kemacetan di Makassar.

Termasuk membantu menambah pendapatan ojol terlebih ditengah kenaikan BBM yang tentu sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat.

"Dampak yang ditimbulkan itu positif pertama itu masalah ojol sendiri apalagi dengan kenaikan BBM ini sangat berpengaruh dengan kondisi masyarakat kita. Kalau dengan ojol sendiri pasti positif banyak pendapatan yang didapat terlebih kalau serentak," kata Kasrudi.

Ia mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya diterapkan di Indonesia. Sehingga, hal ini perlu diberikan apresiasi karena dampaknya positif dari segi perekonomian dan kemacetan.

"Kalau saya lihat iya. baru yang pertama di Indonesia jadi inovasi pak wali ini memang perlu diberi apresiasi karena itu meningkatkan ekonomi, kemacetan berkurang," tambah politisi Gerindra tersebut.

Diketahui, Wali Kota Makassar Danny Pomanto tengah berada di Kota Pare-pare Selasa kemarin.

Dia menyayangkan adanya bawahannya yang tak menggunakan transportasi ojek online.

“Ini gunanya ada pemimpin, kalau anak buah patotoai (membangkang), ini mi gunanya pemimpin,” ucap Wali Kota Makassar dua periode ini.

Danny mengaku segera melakukan evaluasi. Apalagi jika dibandingkan dengan ojol day di pekan pertama kata dia, betul-betul sesuai dengan harapan.

“Saya kebetulan di Pare-pare jadi tidak monitor lagi. Karena ini barang baru, karena krisis di pemerintahan bukan hanya di Makassar. Ketaatan itu, kalau ada hal baru mesti ada proses. Saya akan tangani ini. Ini hal-hal yang harus kita tegakkan,” tegas Danny. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan