Eks Jubir KPK Jadi Kuasa Hukum Putri Candrawathi, Gus Umar: Bagi Saya Febri Menjijikkan

  • Bagikan
Tersangka Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi mengikuti rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8). (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan ikut mengomentari keputusan eks pegawai KPK Febri Diansyah yang baru-baru ini menjadi Kuasa Hukum Putri Candrawathi.

Menurutnya, keputusan yang hampir membuat kaget orang di sekelilingnya itu, membela tersangka pembunuhan, tidak menutup kemungkinan kedepan juga membela koruptor.

"Stlh membela tsk pembunuhan bentar lagi org ini akan bela koruptor jg," ujar yang karib disapa Gus Umar itu dikutip dari unggahan twitternya, @Umarrhasibuan_ (28/9/2022).

Politikus anyar PKS yang dikenal dengan sikap tegasnya itu betul-betul tidak pro terhadap langkah yang diambil oleh Fenry Diansyah.

"Apapun dalihmu membela PC bagi saya febri menjijikkan," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Febri Diansyah bergabung dengan kantor hukum Arman Hanis untuk menjadi tim kuasa hukum tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yakni Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.

Febri mengaku dirinya diminta bergabung ke dalam tim kuasa hukum perkara tersebut sejak beberapa minggu lalu. Eks pegawai KPK itu menuturkan telah mempelajari perkara dan bertemu langsung dengan Putri.

Polisi sebelumnya telah menetapkan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. Selain itu ada tiga tersangka lain yakni Bharada E, Bripka RR, dan asisten rumah tangga Kuwat Maruf.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. Empat tersangka sudah ditahan, sementara Putri masih menunggu pemeriksaan selanjutnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan