Kisruh Anggaran Pokir Rp2 M Dikaitkan dengan Gugatan Cerai Bupati Purwakarta ke Dedi Mulyadi

  • Bagikan
Dedi Muliadi dan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

FAJAR.CO.ID, PURWAKARTA – Salah satu penyebab atau benang merah Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika gugat cerai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, kemungkinan lantaran orang ketiga yang mengaitkan dengan urusan politik. Karena antara Eksekutif dan Legislatif hingga kini, tidak sedang baik-baik saja.

Puncaknya saat DPRD Purwakarta gagal melaksanakan sidang paripurna pada pertengahan bulan September ini, tidak lama kemudian Anne gugat cerai Dedi. Bupati kemungkinan mendapatkan bisikan dari orang ketiga, bahwa gagalnya paripurna DPRD atas campur tangan Dedi Mulyadi.

Menanggapi hal itu, Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa (GMPB), Asep Saepudin mengatakan tidak menutup kemungkinan itu salah satu penyebabnya.

“Ini yang menarik, kalau kita menarik benang merahnya, orang ketiga atau pembisik ini luar biasa mempengaruhi Bupatinya. Karena kedekatan Dedi Mulyadi dengan para anggota DPRD, kemudian dikaitkan ikut campur tangan,” kata Asep, melalui sambungan seluller, Rabu (28/09).

Perseteruan antara Eksekutif dan Legislatif di Purwakarta, awalnya mulai terjadi sekitar pertengahan tahun ini akibat anggaran pokok-pokok fikiran atau pokir. Kalau dulu aspirasi rakyat melalui anggota DPRD.

“Info awalnya ada deal-dealan antara Eksekutif dan Legislatif, setiap anggota DPRD akan mendapatkan anggaran pokir 2 (Dua) Milyar. Jumlah anggaran itu tidak di realisasikan oleh eksekutif,” jelas Asep.

Para wakil rakyat pastinya senang dengan angin sorga tersebut, sehingga berbondong-bondonglah para wakil rakyat mengumumkan di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing, untuk menyerap aspirasi masyarakat yang akan terealisai melalui anggaran pokir.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan