Soroti Penetapan UMR, Rizal Ramli: Ini Namanya Program Pemiskinan Massal Buruh

  • Bagikan
Rizal Ramli (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Ekonom senior Rizal Ramli membahas rencana penetapan Upah Minimum Regional (UMR) yang mulai dibahas pemerintah.

Rizal Ramli menyoroti kenaikan UMR tahun lalu yang hanya sekitar 1,09 persen.

Menurutnya, tahun ini harus ada kenaikan signifikan. Pasalnya, angka inflasi naik drastis. Belum lagi keputusan pemerintah menaikkan harga BBM.

"Tahun lalu rata-rata upah (UMR) hanya naik 1,09% pertahun, inflasi makanan sudah 11.5% dan bisa cepat naik ke 15% akibat kenaikan harga BBM & pelemahan rupiah," kata Rizal dikutip Fajar.co.id di akun Twitter miliknya, Rabu (28/9/2022).

Mantan Menko Perekonomian itu menyebutkan jika kenaikan UMR tahun ini masih sama tahun-tahun sebelumnya, pemerintah bisa dicap melakukan pemiskinan buruh.

"Ini namanya ‘program pemiskinan masal buruh’ ? Kok tega, ngakunya Pancasila, ngakunya merah putih ? Pancasila jangan slogan!," sebutnya.

Diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah membahas penetapan upah minimum (UM) tahun 2023.

Proses penetapan dilakukan melalui sidang pleno yang ikut dihadiri Dewan Penguapahan Nasional (Depenas), pengusaha, dan perwakilan serikat pekerja/buruh.

Kemenaker sendiri memastikan penetapan upah minimum tahun depan masih mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan