Usulan Formasi Daerah Minim saat Kuota Guru PPPK Banyak, Kemendikbudristek Prihatin

  • Bagikan
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani. Foto: Tangkapan layar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kuota pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK pada seleksi tahun ini terbilang cukup banyak. Sayangnya, usulan dari pemerintah daerah sangat minim, dan jauh dari jumlah kuota yang disiapkan.

Padahal, data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebutkan, kekurangan guru ASN di sekolah negeri saja sebanyak 781 ribu.

Angka kekurangan guru ASN pada sekolah negeri sangat timpang jika melihat total usulan formasi dari pemda yang telah diverifikasi/validasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada 2022 ini. Jumlahnya hanya sekitar 319 ribu.

"Jadi, angkanya masih di bawah 50 persen," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani, Rabu (28/9).

Nunuk Suryani tidak memungkiri jika semua provinsi sudah membuka formasi, kendati faktanya memang ada yang timpang. Dalam hal ini, ada pemerintah daerah yang memiliki banyak guru lulus passing grade (PG), tetapi malah usulan formasinya minim bahkan ada yang tidak mengusulkan sama sekali.

Misalnya saja Kepulauan Riau (Kepri) yang hanya mengusulkan 718 kuota. Padahal, daerah itu membutuhkan setidaknya 3.064 guru. Begitu juga Jawa Barat yang hanya mengajukan 3.800 dari 26 ribu kebutuhan. "Pengajuan dari daerah berkisar 41 persen dari semua kebutuhan,” kata Nunuk.

Akibat minimnya usulan tersebut, Nunuk merasa prihatin dengan nasib para guru lulus PG. Otomatis mereka tidak bisa diangkat PPPK tahun ini. Padahal, Kemendikbudristek sendiri mengaku butuh setidkanya 2,4 juta guru aparatur sipil negara (ASN).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan